POJOKSATU.id, NEGARA yang sering disebut sebagai negeri Wahabi, namun ada juga yang menyebutnya sebagai negara Islam liberal. Benarkah begitu? Bagaimana sebenarnya kehidupan di Arab Saudi saat ini?
Ada kabar yang cukup mengejutkan, bahwa wanita di Arab Saudi kini tidak lagi diwajibkan memakai jilbab!
Yuk, kita jelajahi lebih dalam kehidupan dan kebijakan terbaru di negara ini.
Arab Saudi, yang dikenal sebagai tempat suci bagi umat Islam, ternyata memiliki sejarah yang sangat panjang. Manusia telah menghuni wilayah ini sejak 75.000 tahun lalu.
Baca Juga: Puas Timnas Indonesia Menang atas Arab Saudi, Taqy Malik Transfer Uang Jajan ke Netizen
Kerajaan pertama di wilayah ini berdiri sekitar abad ke-7 SM, dan Islam mulai berkembang sejak tahun 610 Masehi, dengan Nabi Muhammad sebagai pendiri agama ini.
Sejak saat itu, Arab Saudi mengalami berbagai perubahan politik dan kekuasaan yang mencakup kekhalifahan Rasyidun, Umayyah, hingga Kesultanan Ottoman.
Pada abad ke-18, Arab Saudi menjadi tempat lahirnya gerakan Wahabi, yang kemudian memengaruhi pendirian Kerajaan Saudi.
Setelah serangkaian pertempuran dan perubahan kekuasaan, pada tahun 1932, nama negara ini resmi menjadi Kerajaan Arab Saudi. Negara ini memiliki luas wilayah lebih dari 2 juta km² dengan 38 juta penduduk.
Fakta mengejutkan lainnya, meskipun mayoritas penduduknya beragama Islam, Arab Saudi bukanlah negara Islam murni, melainkan sebuah kerajaan dengan sistem monarki absolut.
Artinya, raja memiliki kontrol penuh tanpa pengawasan hukum atau partai politik. Ini menjadi salah satu alasan kenapa Arab Saudi sering disebut sebagai negara dengan pemerintahan yang otoriter.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir, terutama di bawah kepemimpinan Putra Mahkota Muhammad bin Salman, Arab Saudi mengubah banyak kebijakan.
Baca Juga: Lebanon Luncurkan Serangan ke Israel, Hantam Pinggiran Wilayah Tel Aviv
Salah satunya adalah kebebasan bagi wanita, yang kini boleh mengendarai mobil, berkompetisi di olimpiade, bahkan bebas mengenakan pakaian tanpa jilbab. Tidak hanya itu, negara ini juga membuka pantai untuk wisatawan yang ingin mengenakan bikini!
Dengan kebijakan-kebijakan ini, Arab Saudi berusaha menjadikan negara ini sebagai pusat pariwisata global dan mengurangi ketergantungan pada pendapatan dari minyak bumi, yang semakin tergerus di dunia internasional. ***
