POJOKSATU.id, JAKARTA— Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menggelar pidato tengah malam usai negaranya menyerang tiga fasilitas nuklir Iran di Fordow, Natanz dan Isfahan.

Dalam pidato singkat sekitar tiga setengah menit, Trump kembali melancarkan ancaman akan menyebar tragedi yang lebih besar jika tidak ada perdamaian oleh Iran.

"Akan ada perdamaian atau akan ada tragedi bagi Iran yang jauh lebih besar daripada yang telah kita saksikan selama delapan hari terakhir,” kata Trump dalam pidatonya dilansir AFP, Minggu (22/6/2025).

Baca Juga: Iran Benarkan 3 Fasilitas Nuklir Miliknya Diserang Sabtu Malam, Telah Dievakuasi Terlebih Dahulu

“Ingatlah bahwa masih banyak target yang tersisa," katanya lagi.

Trump kembali mengancam Iran akan menyerang target-target lainnya dengan presisi, cepat dan terampil.

"Jika perdamaian tidak segera datang, kami akan menyerang target-target lainnya dengan presisi, kecepatan, dan keterampilan," kata Trump lagi.

Dilansir CNN, usai menyerang Iran Sabtu malam waktu setempat, Trump sempat berbicara dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Baca Juga: Breakingnews, Trump Umumkan AS Serang 3 Fasilitas Nuklir Iran di Fordow, Natanz dan Esfahan

Dalam pernyataannya, Netanyahu mengucapkan selamat kepada Trump dan mengatakan upaya AS itu menjadi sejarah perdamaian.

Usai melakukan serangan Sabtu malam, Trump menyebut pejabat tinggi militer AS akan menggelar konferensi pers Minggu pagi (22/6) waktu setempat.

Panglima Militers AS Jenderal Dan Caine, Menteri Pertahanan Pete Hegseth, akan mengadakan konferensi pers pada Minggu (22/6) pagi waktu AS di Pentagon.

Sebelumnya, dalam pernyataan di media sosial pada Sabtu malam, 21 Juni 2025, Trump mengklaim keberhasilan penuh serangan udara AS di tiga titik nuklir di Iran, yakni Fordow, Natanz, dan Esfahan atau Isfahan.

“Kami telah menyelesaikan serangan yang sangat berhasil terhadap tiga lokasi nuklir di Iran, termasuk Fordow, Natanz, dan Esfahan,” kata Trump seperti dimuat ABC News.

“Semua pesawat dalam perjalanan pulang dengan selamat. Tidak ada militer lain di dunia yang dapat melakukan ini. Sekarang waktunya perdamaian!" tegasnya lagi.***