POJOKSATU.Id - Amnesty International Indonesia telah merilis data yang mengguncang, sejak 7 Oktober 2023, 2.704 anak-anak telah kehilangan nyawa mereka dalam konflik antara Hamas dan Israel.

Angka ini belum termasuk jumlah warga sipil lainnya yang tewas, yang mencapai 6.546 orang.

Selain itu, 17.439 orang lainnya terluka, menyebabkan fasilitas kesehatan di Gaza berada dalam keadaan terpuruk.

Baca Juga: Raja Salman Terang-terangan Soal Kekejaman Konflik Israel Terhadap Palestina di Timur Tengah

Sekretaris Jenderal Amnesty International, Agnes Callamard, telah mengajukan seruan mendesak kepada kedua pihak yang terlibat.

"Amnesty International mendesak semua pihak yang terlibat dalam konflik, baik di Jalur Gaza maupun di Israel, untuk segera melakukan gencatan senjata.

Langkah ini diambil dengan harapan dapat mencegah lebih banyak korban sipil dan memastikan akses bantuan kemanusiaan yang sangat diperlukan bagi warga sipil di Jalur Gaza."

Kata Agnes dalam keterangan tertulis pada Senin (30/10/2023).

Baca Juga: Semua Siswa Terbunuh Syahid, Menteri Pendidikan Gaza Akhiri Tahun Ajaran 2023/2024 dengan Penuh Penghargaan

Agnes juga menekankan perlunya segera mencabut blokade ilegal yang telah berlangsung selama 16 tahun di Gaza.

Serta memberikan akses langsung kepada Komisi Penyelidikan Independen Wilayah Pendudukan Palestina.

Situasi ini telah memaksa Menteri Luar Negeri Retno Marsudi untuk mendesak PBB agar segera bertindak guna menghentikan perang yang menghancurkan Kota Gaza.

Presiden Joko Widodo juga mengecam keras tindakan kekerasan yang terus berlanjut di Gaza, menyatakan kemarahan Indonesia terhadap peristiwa tragis ini.

Semua pihak diharapkan segera mencari solusi damai untuk mengakhiri penderitaan rakyat Palestina dan menciptakan perdamaian di wilayah tersebut.***