POJOKSATU.id,-- Sebanyak 3.500 pasukan tambahan dari Amerika Serikat telah tiba di Timur Tengah dengan kapal USS Tripoli.

Dilansir Al-Jazeera, Minggu (29/3/2026), Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengatakan pasukan ini tergabung Unit Ekspedisi Marinir ke-31.

Dan tiba di wilayah tersebut pada 27 Maret bersama dengan 'pesawat angkut dan pesawat tempur serang, serta aset serbu amfibi dan taktis'.

Pengerahan ini terjadi ketika Presiden AS Donald Trump mengklaim negosiasi sedang berlangsung untuk mengakhiri perang di Iran.

Baca Juga: Aksi Preman Tanah Abang Viral, Gara-Gara Bukan Plat B Paksa Korban Bayar Rp300 Ribu Buat Bisa Jalan

Militer AS juga diperkirakan akan mengerahkan ribuan tentara lagi dari Divisi Lintas Udara ke-82.

Sementara itu, Washington Post melaporkan AS sedang merencanakan serangan darat ke Iran.

Pejabat AS yang tidak disebutkan namanya menyebut Departemen Pertahanan AS sedang mempersiapkan operasi darat selama berminggu-minggu di Iran.

Para pejabat tersebut mengatakan kemungkinan operasi darat 'tidak akan sampai pada invasi skala penuh' dan dapat melibatkan serangan oleh pasukan khusus dan 'pasukan infanteri konvensional'.

Baca Juga: CPNS 2026 Diprediksi Buka Banyak Formasi untuk Lulusan S1 Pendidikan, Ini Daftarnya

Namun Washington Post melaporkan masih belum jelas apakah Trump akan menyetujui semua, sebagian, atau tidak satu pun dari rencana Pentagon.

Laporan tersebut muncul bersamaan dengan pengumuman militer AS tentang kedatangan 3.500 pasukan dari Unit Ekspedisi Marinir ke-31 di Timur Tengah.

Sementara itu, Trump telah menyerukan Iran untuk menerima kekalahan dan mengancam akan 'melepaskan malapetaka' terhadap negara itu jika terus memblokir Selat Hormuz.***