POJOKSATU.id, JAKARTA-- Saat berada dalam pengasingannya di Paris, Ratna Sari Dewi, istri keenam Soekarno, menulis surat terbuka yang ditujukan kepada Presiden Soeharto.
Dalam surat itu, Ratna sari menyebut bahwa Soeharto lah dalang di balik peristiwa G30S.
Surat tersebut juga bentuk kekecewaaan usai suaminya Bung Karno dituduh terlibat PKI.
Dalam suratnya juga, ia mengecam Soeharto sebagai dalang skenario G30S yang membantai jendral-jendral untuk menggulingkan kepemimpinan Soekarno dan menyalahkan PKI.
Ratna juga menyoroti pemberitaan palsu dari Soeharto yang membuatnya merasa terpanggil untuk mengungkap kebenaran.
Ia mempertanyakan keterlibatan Jenderal AH Nasution dalam peristiwa tersebut dan menyebut Soeharto sebagai dalang yang kejam.
Dengan tajam, Ratna menyatakan bahwa meskipun Soeharto dapat menghancurkan jasmani Soekarno, semangat dan jiwa Soekarno dalam membela keadilan dan kebenaran tidak akan pernah mati.
Dilansir dari salah satu akun Youtube, ketika Ratna Sari Dewi berada di Paris, Perancis, Ratna mendapat informasi kondisi suaminya terus memburuk.
Sehingga pada tanggal 6 April tahun 1970 ia menulis surat terbuka kepada penguasa Orde Baru Presiden Soeharto.
Baca Juga: Tanggapi Kasus Meninggalnya Dante, Nikita Mirzani : Kenapa Harus Anak yang Dikorbanin?
Berikut sebagian isi surat Ratna Sari Dewi kepada Presiden Soeharto tersebut pada tahun 1970 itu.
“Tuan Presiden Soeharto, bersama ini saya ingin mengingatkan tuan segala sesuatu nampaknya oleh tuan akan dilupakan hal-hal yang akan dikemukakan ini saya anggap sebagai kewajiban bagi saya untuk menjelaskannya secara benar karena justru saya mengikuti peristiwa-peristiwa di Indonesia dari dekat.
Barangkali sementara orang berpendapat akan lebih baik kalau saya diam seribu bahasa seperti Sphinks arca batu di Mesir.
Mengenai hal ini akan tetapi karena saya bertanggung jawab maka saya harus melakukan hal ini walau membawa resiko betapapun besarnya terhadap diri ya ini pun karena makin lama di seluruh dunia maupun di Indonesia sendiri ternyata banyak tersebar cerita-cerita palsu yang disebarkan tentang peristiwa-peristiwa di Indonesia itu sehingga membeberkan keadaan sebenarnya merupakan kewajiban saya.
Karena itulah saya kirimkan surat terbuka ini kepada tuan dalam kedudukan saya sebagai warga negara Indonesia.
Selain itu surat terbuka yang saya kirimkan kepada tuan termasuk segala isinya adalah sepenuhnya tanggung jawab saya dan tidak ada sangkut-pautnya dengan Soekarno presiden Republik Indonesia yang terdahulu.
Tuan dapat saja menghancurkan jasmani Bung Karno tapi Tuan tak akan pernah berhasil menghancurkan semangat dan jiwanya dalam membela keadilan dan kebenaran semangat Bung Karno itu tak akan pernah mati.”
Demikian sebagian isi surat terbuka Ratna Sari Dewi pada Presiden Soeharto pada tahun 1970 lalu.***

