POJOKSATU.ID- 9 naga merujuk pada sembilan pengusaha yang konon menguasai perekonomian Indonesia.

Namun, jauh sebelum itu, ada sebutan 'Gang of Four' atau 'Empat Sekawan' yang dinilai jadi penguasa ekonomi Orde Baru.

Empat sekawan itu adalah Sudono Salim, Sudwikatmono, Ibrahim Risjad, dan Djuhar Sutanto.

Baca Juga: Fakta-Fakta Gunung Slamet dan Mitos Ramalan Jayabaya

Perusahaan milik empat sekawan ini sangat dekat dengan militer dan tentu presiden Soeharto.

Singkat cerita, pada tahun 1968 empat sekawan mengambil alih CV Waringin dan mengubahnya menjadi Perseroan Terbatas.

Kegiatan utama Waringin adalah perdagangan kopi dan produk primer serta memproduksi karet remah di Sumatera.

Baca Juga: Gerakan-Gerakan Sosial di Tanah Jambi yang Menjadi Salah Satu Daerah Paling Sebentar Dijajah Belanda

Ketika Liem dan Djuhar sudah menjadi WNI dan Soeharto resmi jadi presiden, bisnisnya semakin tancap gas. Mulanya mereka berbisnis tepung melalui PT. Bogasari.

Lalu, keempatnya kemudian tergabung dalam Salim Group dan menduduki jabatan penting. Mereka terlibat dalam pendirian Indocement, Indomilk, Indofood, Indomobil, dan Indomaret.

Saat itu Sudono Salim, yang sudah dikenal sebagai pengusaha ulung sejak tahun 1960, memiliki bisnis di sektor manufaktur dan ekspor-impor.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Ide Outfit Lari Wanita, Super Duper Nyaman!

Pada tahun 1963, Salim dipanggil oleh Soeharto ke kediamannya di Menteng.

Saat itu, Sudwikatmono atau Dwi, yang masih sepupu Soeharto, sedang piket menjaga rumah tersebut.

Setelah berbincang dengan Soeharto, Salim meminta Dwi untuk bergabung dalam bisnisnya karena Soeharto telah mengusulkan namanya.

Baca Juga: Perjuangan Berat Iwan Fals Bermain Musik di Masa Orde Baru : Dicekal, Ditahan Hingga Diinterogasi

Dwi menerima tawaran tersebut dan masuk ke dalam perusahaan milik yayasan Soeharto, PT. Hanurata, dengan saham 10%.

Djuhar Sutanto, yang memiliki peran penting di perusahaan bernama Kongsi Bintang Lima, diperkenalkan kepada Salim oleh Soeharto.

Keduanya memiliki pandangan yang sama dalam bisnis.

Baca Juga: AHY Sebut Saat Covid-19 Banyak Pihak Hiraukan Jasa Prabowo Subianto

Pada saat itu, mereka belum menjadi warga negara Indonesia, sehingga untuk urusan administrasi, mereka menggunakan nama Sudwikatmono dan Ibrahim Risjad.

Bisnis mereka semakin berkembang dan menguasai pasar Indonesia dengan dukungan Soeharto.

Setiap individu dalam "Gang of Four" juga mendirikan bisnisnya sendiri tanpa melupakan bisnis inti di Salim Group. ***