POJOKSATU.id - Lapangan Banteng menjadi salah satu tempat yang ikonik di Jakarta. Lokasinya juga cukup strategis, berada di dekat Masjid Istiqlal dan juga Gereja Katedral.
Tapi, tahukah kamu bahwa dahulu Lapangan Banteng merupakan tempat serdadu Belanda berlatih militer.
Sebelum masa kemerdekaan, kira-kira pada tahun 1930-an, Lapangan Banteng bernama Waterlooplein. Saat itu Gereja Katerdal sudah berdiri megah.
Baca Juga: Kisah Palu Sidang Patah Pelantikan Soeharto Pertanda Patahnya 32 Tahun Kekuasaan Soeharto
Berdasarkan keterangan Alwi Shahab, sejarawan Jakarta, agama Katolik baru diperbolehkan masuk Hindia Belanda ketika Belanda ditaklukkan Prancis pada 1805.
Saat itu belum ada Masjid Istiqlal. Lahan yang kelak akan berdiri masjid megah saat itu adalah sebuah taman bernama Wilhelmina Park, nama nenek dari Ratu Belanda Beatrix.
Lapangan Banteng didirikan oleh Gubernur Jenderal Daendles. Pada awalnya namanya adalah Lapangan Parade, tetapi kemudian Pemerintah Hindia Belanda menyebutnya dengan Waterlooplein atau lapangan Monumen Waterloo.
Baca Juga: Kisah Prabowo di Operasi Militer Mapenduma Selama Lebih 4 Bulan Bebaskan 26 Sandera OPM
Monumen itu dibangun diduga sebagai ejekan atas kekalahan Kaisar Prancis Napoleon Bonaparte di Waterloo, Belgia.
Perancis, saat itu diketahui sebagai musuh Pemerintah Belanda. Dulu di atas Monumen Waterloo itu terdapat patung singa sehingga nama lapangan ini saat itu juga dikenal sebagai Lapangan Singa.
Kemudian, setelah Indonesia merdeka, Bung Karno menggunakan nama Lapangan Banteng dan itu bertahan hingga saat ini.
Wajar jika Belanda menggunakan Lapangan Banteng sebagai tempat latihan militer, karena Daendles juga memang menjadikan daerah tersebut sebagai kompleks militer. Sampai saat ini, bekas-bekasnya masih dapat terlihat.***

