POJOKSATU.id - Banyak yang belum tahu sejarah rumah Djiauw Kie Siong di Rengasdengklok, Karawang.

Disebutkan bahwa rumah Djiauw Kie Siong adalah tempat penculikan Presiden Indonesia pertama Ir. Soekarno dan wakilnya Mohammad Hatta menjelang Kemerdekaan Indonesia.

Dengan begitu, rumah Djiauw Kie Siong ini tidak lepas dari peristiwa bersejarah.

Selengkapnya, berikut sejarah rumah Djiauw Kie Siong di Rengasdengklok yang penuh dengan sejarah.

Baca Juga: Ning Dini Raih Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif 2025, Bela Kesejahteraan Guru Madrasah

Sejarah Rumah

Rumah tempat terjadinya peristiwa Rengasdengklok ini ternyata milik Djiauw Kie Siong.

Djiauw Kie Siong adalah petani keturunan Tionghoa, yang cukup kaya di wilayah tersebut.

Terbilang sebagai seorang berada, Djiauw Kie Siong memiliki rumah yang cukup besar dibanding rumah rakyat lain pada masa itu.

Djiauw dikenal sangat akrab kepada pribumi sehingga banyak yang mengenalnya.

Sehingga rumah Djiauw Kie Siong yang didirikan pada tahun 1920 itu digunakan sebagai tempat penculikan Soekarno dan Bung Hatta.

Baca Juga: Urban Sneaker Society 2025 x BRImo: Paduan Gaya Hidup dan Inovasi Digital

Rumah tersebut terletak fi Rengasdengklok, salah satu kecamatan yang berada di Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Peristiwa Rengasdengklok

Rengasdengklok merupakan peristiwa penculikan Soekarno dan Hatta menjelang Kemerdekaan Indonesia.

Pemuda Tanah Air dibantu oleh Tentara Pembela Tanah Air menyembunyikan Soekarno dan Hatta di rumah Djiaw Kie Siong.

Mereka sengaja mengamankan Soekarno dan Hatta dari pengawasan Jepang, menjelang pembacaan Proklamasi.

Rumah Djiauw Kie Siong sekarang

Tahun 1998, rumah Djiauw ditetapkan menjadi Benda Cagar Budaya oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

Sementara sekarang, rumah yang terletak di Rengasdengklok itu dikenal dengan Rumah Sejarah Rengasdengklok.

Hingga saat ini masih banyak orang-orang yang mengunjungi rumah Djiauw Kie Siong untuk mengenang sejarah.***