POJOKSATU.id, JAKARTA— Soekarno adalah presiden pertama Indonesia yang dilantik pada 18 Agustus 1946 di Gedung Cuo Sangi In sekarang bernama Gedung Pancasila.
Alasan Soekarno diangkat sebagai Presiden Indonesia adalah karena ia dipilih secara aklamasi oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).
Soekarno dianggap memiliki karakter pemimpin yang memang dibutuhkan oleh masyarakat pada masa perjuangan. Soekarno pun terus menjabat sebagai presiden sampai tahun 1967.
Presiden Soekarno lengser dari jabatannya pada 20 Februari 1967 setelah menandatangani Surat Penyerahan Kekuasaan di Istana Merdeka.
Baca Juga: Di Hadapan Tukang Bakso, Prabowo Sebut Banyak Orang Kaya Kerjanya Maling, Pinternya Nyolong
Setelah Soekarno lengser, Soeharto pun diangkat sebagai Presiden Indonesia. Lengsernya Soekarno dari jabatannya masih berkaitan dengan peristiwa Gerakan 30 September atau G30S.
Pasca-G30S terjadi, massa meminta Soekarno untuk membubarkan PKI, tetapi ia menolaknya.
Akhirnya, lima bulan setelah kejadian G30S, dikeluarkan Surat Perintah Sebelas Maret atau Supersemar yang ditandatangai oleh Soekarno.
Presiden Soekarno sempat ditetapkan sebagai presiden seumur hidup.
Namun krisis 65 dan penculikan para jenderal membuat Soekarno harus turun tahta.
Baca Juga: Wabup Madina dan Sekda Alamulhaq Daulay Diperiksa Poldasu Terkait Dugaan Suap PPPK Guru 2023
Usai Soeharto naik tahta, banyak yang menyebut bahwa Soeharto telah mengkudeta Soekarno.
Dengan adanya isu tersebut, Soeharto dengan tegas menyatakan bahwa lengsernya kekuasaan Soekarno bukan karena dirinya.
“Saya memang tidak punya maksud untuk menumbangkan Bung Karno, walaupun teman-teman saya kolega saya telah mengajak ‘Pak No kekuasaan ada di tangan kita, kenapa harus kita tunggu-tunggu sudah sekarang kita gulingkan saja’,” ujar Soeharto.
Lebih lanjut, Soeharto menjelaskan jika dirinya tidak memiliki pemikiran untuk lengserkan kekuasaan Soekarno.
Ia juga menyampaikan tidak ingin meninggalkan sejarah hitam dalam kertas putih terutama di angkatan perang masa Orde Baru.***

