POJOKSATU.ID- Sebelum meninggal, Soekarno, proklamator kemerdekaan Indonesia, berpesan bahwa ia ingin dimakamkan di bawah pohon rindang dengan suara gemercik air mengalir di bawahnya.
Kemungkinan yang dimaksud adalah Istana Batu Tulis, Bogor.
Namun, pemerintah Orde Baru memilih untuk memakamkan Soekarno di Blitar, bersebelahan dengan makam ibunya.
Baca Juga: Gaduh Soal Pernyataan Jokowi, Presiden Boleh Memihak dan Kampanye, Begini Jawaban Bawaslu
Makam Bung Karno, seperti dia biasa disebut, kini menjadi salah satu destinasi wisata yang unik bagi para pecinta sejarah dan berjiwa nasionalis.
Soekarno berpulang 21 Juni 1970 pada usia 69 tahun. Sebelum meninggal dunia, Bung Karno sempat menulis surat yang berbunyi :
"Kalau aku mati, kuburkanlah aku di bawah pohon yang rindang. Aku mempunyai isteri, yang aku cintai dengan segenap jiwaku. Namanya Ratna Sari Dewi. Kalau ia meninggal, kuburkanlah ia dalam kuburku. Aku menghendaki ia selalu bersama aku," tulis Soekarno seperti dikutip dalam autobiografinya.
Baca Juga: Dukungan Terus Menguat Emak-emak Dorong Prabowo Gibran Menang Satu Putaran
Namun sayangnya, hal itu ditolak oleh Presiden RI saat itu, Soeharto yang memilih memakamkan sang proklamator di Blitar, Jawa Timur.
Alasan Soekarno tidak dimakamkan sesuai wasiatnya karena Bogor terlalu dekat dengan Jakarta, pusat pemerintahan Indonesia.
Soeharto menganggap hal itu akan mengganggu stabilitas politik, karena ia khawatir loyalis Bung Karno semakin menggelora.
Baca Juga: Jungkook BTS Masuk Empat Nominasi Korean Music Awards 2024, Ini Daftar Lengkapnya
Keputusan Soeharto untuk memakamkan Soekarno di Blitar, Jawa Timur, menurut beberapa sumber, dipengaruhi oleh alasan politik.
Soeharto ingin menjauhkan Soekarno dari pusat pemerintahan.
Selain itu, keputusan ini juga dipandang sebagai upaya pemerintah Orde Baru untuk melanggengkan kekuasaannya.
Baca Juga: Dua Hari Jelang Comeback, Minnie dan Yuqi (G)I-DLE Dilarikan ke Rumah Sakit
Soekarno dikenal memiliki massa fanatik yang bisa mempengaruhi kepemimpinan Soeharto. Meski keputusan ini sempat ditentang oleh keluarga Soekarno, Soeharto tetap memutuskan untuk memakamkan Soekarno di Blitar ***
