POJOKSATU.id - Jong Java berperan besar dalam sejarah gerakan kebangsaan Indonesia. Sejarahnya bermula dari organisasi Tri Koro Dharmo, yang didirikan pada 7 Maret 1915 oleh Dr. Satiman Wirjosandjojo.

Pada awalnya, Tri Koro Dharmo bertujuan mempererat hubungan antar-pelajar pribumi dan memajukan pengetahuan, seni, serta bahasa nasional.

Namun, organisasi ini menyadari perlunya perluasan cakupan untuk menjangkau lebih banyak pemuda di berbagai daerah.

Tri Koro Dharmo segera berkembang pesat, dan kongres pertamanya digelar pada 12 Juni 1918 di Solo.

Baca Juga: RESMI dari Kemenpora, Ini PEDOMAN Peringatan SUMPAH PEMUDA ke 96 Tahun 2024, Lengkap Hingga Rangkaian Acara

Dalam kongres tersebut, para peserta sepakat mengganti nama organisasi menjadi Jong Java untuk mencerminkan upaya merangkul pelajar dari seluruh Jawa, termasuk Jawa Barat, Madura, dan Bali.

Keanggotan Meluas

Jong Java tetap menghadapi tantangan ketika memperluas keanggotaannya, karena anggotanya didominasi oleh pemuda Jawa dan belum membuka diri sepenuhnya untuk anggota dari luar Jawa.

Namun, ini bukanlah karena adanya sikap eksklusif, melainkan karena keterbatasan dalam upaya mempersatukan berbagai suku dalam satu wadah organisasi.

Seiring dengan perubahannya menjadi Jong Java, tujuan organisasi ini juga berkembang, meliputi mempererat persatuan pelajar, meningkatkan kecerdasan anggota, dan menumbuhkan kecintaan terhadap kebudayaan lokal.

Baca Juga: Rumah Sie Kong Lian, Tempat Lahirnya Sumpah Pemuda yang Kini Jadi Museum

Pada tahun 1926, melalui kongres kedua, organisasi ini merumuskan tujuan baru yang lebih luas, yaitu memajukan persatuan anggota dengan semua golongan bangsa Indonesia, bekerja sama dengan organisasi pemuda lainnya, dan turut menyebarluaskan semangat Indonesia bersatu.

Pembentukan Organisasi Pemuda Lainnya

Pengaruh Jong Java tidak hanya terbatas di Pulau Jawa. Kesuksesan organisasi ini memicu munculnya kelompok-kelompok pemuda serupa di berbagai wilayah.

Pelajar dari Sumatera yang belajar di Jawa membentuk Jong Sumatranen Bond pada 1917, yang bertujuan mewadahi pemuda Sumatera dalam memperjuangkan kebudayaan dan kepentingan mereka.

Sementara itu, pada 1918, para pelajar Minahasa juga mendirikan Jong Minahasa, yang memiliki tujuan serupa untuk memperkuat identitas dan persatuan pemuda Minahasa.

Baca Juga: Isi Sumpah Pemuda dan Maknanya, Ikrar Pemersatu Bangsa Indonesia

Persiapan Sumpah Pemuda

Peran aktif Jong Java dalam pergerakan nasional semakin terlihat ketika organisasi ini turut serta dalam Konferensi Organisasi Pemuda Nasional Pertama pada 15 November 1925 di Jakarta.

Konferensi ini dihadiri oleh perwakilan berbagai organisasi pemuda dan bertujuan menyatukan visi untuk memajukan pergerakan nasional.

Salah satu hasil dari konferensi tersebut adalah rencana penyelenggaraan Kongres Pemuda Pertama, yang berlangsung dari 30 April hingga 2 Mei 1926 di Jakarta.

Dalam kongres ini, Jong Java mengutus Mohammad Tabrani dan Soemarto sebagai ketua dan wakil ketua.

Meskipun kongres belum menghasilkan kesepakatan mengenai persatuan nasional secara konkret, pertemuan ini menandai dimulainya upaya serius untuk menyatukan pemuda dari berbagai suku bangsa.

Munculnya Gagasan Kongres Pemuda Kedua

Setelah Kongres Pemuda Pertama, lahir organisasi baru bernama Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI) pada September 1926, yang anggotanya mayoritas mahasiswa dan memiliki minat besar dalam pembahasan politik nasional.

Baca Juga: Memperingati Tanggal 28 Oktober, Berikut 10 Fakta Hari Sumpah Pemuda yang Mungkin Belum Kamu Ketahui

PPPI kemudian menggagas Kongres Pemuda Kedua, yang dilaksanakan pada 27-28 Oktober 1928.

Jong Java kembali memainkan peran penting dalam menyukseskan kongres ini.

Beberapa anggotanya, termasuk R.M. Djoko Marsaid, ditunjuk sebagai wakil ketua panitia penyelenggara.

Kongres Pemuda Kedua yang dihadiri berbagai organisasi pemuda di seluruh Indonesia menjadi momen bersejarah dengan lahirnya Sumpah Pemuda, sebuah ikrar yang menyatukan pemuda dari berbagai latar belakang etnis dan bahasa untuk bersatu demi Indonesia. ***


#Ikuti aplikasi berita [Pojok Satu] di Play Store dan App Store: [Android] dan [iOS] untuk mendapatkan informasi terbaru.