POJOKSATU.ID- Lagu-lagu Iwan Fals banyak mengandung kritik terhadap pemerintahan yang otoriter pada masa Orde Baru.
Akibatnya, Iwan Fals dilarang menggelar konser selama masa Orde Baru, karena lirik lagu-lagunya dianggap dapat memancing kerusuhan masyarakat.
Bahkan, pada 1980-an, konsernya sempat disabotase dengan cara dipadamkan aliran listrik di arena tempat konser.
Baca Juga: Pegawai PDAM Indramayu Dipecat Gegara Edit Foto Megawati Pakai Bikini
Tidak hanya itu, Iwan Fals juga sempat ditahan dan diinterogasi selama dua minggu oleh pihak kepolisian karena membawakan lagu "Demokrasi Nasi" dan "Mbak Tini" dalam konser di Pekanbaru, Riau.
Pada masa Orde Baru di Indonesia (1966-1998), pemerintah sering kali melakukan sensor dan pembatasan terhadap karya-karya seni, termasuk lagu-lagu.
Iwan Fals, sebagai seorang musisi yang dikenal karena lirik-liriknya yang kritis terhadap pemerintah dan masyarakat pada umumnya, tidak terlepas dari pengaruh sensor tersebut.
Baca Juga: AHY Sebut Saat Covid-19 Banyak Pihak Hiraukan Jasa Prabowo Subianto
Beberapa lagu Iwan Fals dikenal pernah dikecam atau dicekal oleh pemerintah Orde Baru karena dianggap kontroversial atau dianggap mengandung pesan politik yang tidak diinginkan. Beberapa lagu tersebut antara lain:
"Gelora Jiwa" (1981): Lagu ini dianggap kontroversial karena liriknya yang diinterpretasikan sebagai kritik terhadap rezim Orde Baru.
"Bongkar" (1982): Lagu ini juga dianggap kontroversial karena dianggap sebagai kritik terhadap kondisi sosial-politik pada masa itu.
Baca Juga: Pakar Politik UMY Sebut Kubu Prabowo-Gibran sedang Ketakutan, Jokowi Keterlaluan
"Sumbang" (1983): Lagu ini, meskipun mendapat sambutan positif dari masyarakat, ternyata mendapat kecaman dari pihak berwenang karena dianggap memiliki pesan yang tidak diinginkan.
Meskipun ada larangan dan sensor, lagu-lagu Iwan Fals tetap populer di kalangan masyarakat, dan karyanya tetap memiliki dampak besar terhadap budaya dan musik Indonesia. Pada akhirnya, perubahan politik pada tahun 1998 setelah jatuhnya rezim Orde Baru membawa perubahan besar dalam kebebasan berekspresi di Indonesia..
Baca Juga: Pakar Politik UMY Sebut Kubu Prabowo-Gibran sedang Ketakutan, Jokowi Keterlaluan
Berikut Profil Iwan Fals :
Iwan Fals, lahir dengan nama Virgiawan Listanto pada 3 September 1961 di Jakarta, ia adalah seorang penyanyi, penulis lagu, dan musisi Indonesia yang sangat terkenal.
Iwan Fals telah aktif di industri musik sejak tahun 1973 dan dikenal sebagai salah satu ikon musik Indonesia.
Karier Musik:
Iwan Fals dikenal karena lirik lagu-lagunya yang kritis terhadap berbagai aspek kehidupan sosial dan politik di Indonesia. Sejak awal kariernya, ia telah merilis banyak album dan lagu yang menjadi hits di Indonesia.
Lirik Lagu:
Karyanya sering kali mencerminkan kepedulian terhadap isu-isu sosial, ketidakadilan, dan perjuangan rakyat. Lagu-lagunya seringkali menyuarakan pendapatnya terhadap masalah-masalah yang dihadapi masyarakat.
Penghargaan:
Iwan Fals telah menerima berbagai penghargaan dan pengakuan selama kariernya. Ia dihormati sebagai salah satu musisi paling berpengaruh di Indonesia.
Aktivitas Sosial:
Selain berkarier di dunia musik, Iwan Fals juga terlibat dalam beberapa kegiatan sosial dan amal. Ia telah aktif dalam berbagai kampanye yang mendukung kesejahteraan masyarakat.
Album Terkenal:
Beberapa album terkenal Iwan Fals antara lain adalah "Sumbang" (1983), "Orang Gila" (1994), dan "Kantata Takwa" (1988).
Sebutan untuk para penggemar Iwan Fals, atau fans Iwan Fals, sering disebut sebagai "Orang Indonesia" (OI).
Baca Juga: Antisipasi Kecurangan Pemilu 2024, OSO Kumpulkan Pengurus dan Anggota BSN Partai Hanura
Singkatan "OI" ini juga mengandung makna ganda, karena "OI" juga dapat diartikan sebagai Orang Iwan Fals. Sebutan ini menjadi identitas bagi komunitas penggemar yang memperlihatkan dukungan dan kesetiaan terhadap karya-karya dan pesan-pesan yang diusung oleh Iwan Fals. ***
