POJOKSATU.id - Peristiwa heroik bersejarah di Hotel Yamato, Surabaya, sangat dikenal masyarakat Indonesia, yaitu ketika para pemuda atau yang disebut sebagai arek-arek Suroboyo, merobek bagian biru dari bendera Belanda yang berkibar di sana.
Aksi heroik ini menjadi simbol perlawanan terhadap kembalinya kekuasaan kolonial Belanda di Indonesia.
Kejadian bermula saat sekelompok orang Belanda, yang sebelumnya menjadi tawanan Jepang, menduduki Hotel Yamato dengan bantuan pasukan Sekutu.
Dipimpin oleh Victor W. Charles Ploegman, mereka mengibarkan bendera Belanda merah-putih-biru di puncak hotel sebagai simbol kehadiran kembali Belanda di Indonesia.
Baca Juga: DOWNLOAD Logo dan Pedoman Peringatan HARI PAHLAWAN 2024, Panduan Penggunaan dan Makna, Link Lengkap
Tindakan ini dianggap sebagai penghinaan terhadap kemerdekaan Indonesia yang baru saja diproklamirkan, serta melecehkan semangat patriotisme rakyat Surabaya yang saat itu sedang mengibarkan bendera Merah Putih.
Kemarahan masyarakat pun terbakar, dan Residen Surabaya, Sudirman, mencoba meminta Ploegman untuk menurunkan bendera tersebut.
Namun, permintaan ini ditolak mentah-mentah.
"Tentara Sekutu telah menang perang, dan karena Belanda adalah anggota Sekutu, maka sekarang Pemerintah Belanda berhak menegakkan kembali pemerintahan Hindia Belanda. Republik Indonesia? Itu tidak kami akui," ujar Ploegman.
Pertemuan ini berakhir dengan ketegangan ketika Ploegman mengacungkan pistol ke arah Sudirman, yang segera ditendang oleh Sidik, seorang pemuda yang mendampingi Sudirman.
Baca Juga: Menelusuri Pertempuran Surabaya, Inilah Sejarah Singkat Hari Pahlawan 10 November 1945
Letusan pistol terdengar, dan dalam kegaduhan itu, Sidik terlibat perkelahian dengan Ploegman hingga Ploegman tewas.
Namun, Sidik juga akhirnya meninggal akibat serangan tentara Belanda yang datang karena mendengar suara tembakan.
Di luar hotel, para pemuda memutuskan untuk tidak tinggal diam. Mereka memanjat dinding hotel hingga mencapai puncak.
Baca Juga: Abadi dalam Syair, Ini 5 Contoh Puisi yang Bertema Hari Pahlawan 10 November
Salah satu pemuda, Kusno Wibowo, berhasil menurunkan bendera Belanda. Ketika tidak menemukan bendera Merah Putih, ia bersama Hariyono memutuskan merobek bagian biru dari bendera Belanda, menyisakan warna merah dan putih.
Bendera yang telah diubah itu kemudian dikibarkan kembali sebagai bendera Merah Putih, dan dari kejauhan terdengar teriakan, "Merdeka! Merdeka! Merdeka!"
Peristiwa heroik ini terjadi ada 19 September 1945, bukan pada 10 November.
Semangat patriotisme yang terbakar dalam hati rakyat Surabaya berujung pada Pertempuran Surabaya yang pecah pada 10 November 1945, dan kemudian diperingati sebagai Hari Pahlawan. ***
#Ikuti aplikasi berita [Pojok Satu] di Play Store dan App Store: [Android] dan [iOS] untuk mendapatkan informasi terbaru.

