POJOKSATU.id - Ada banyak peristiwa perjuangan di balik Monumen Perjuangan Rakyat di Bekasi.

Dibangun tahun 1995, Monumen Perjuangan Rakyat ini bertempat di jalan Veteran, Kota Bekasi.

Monumen Perjuangan Rakyat berbentuk tugu persegi lima yang terbuat dari batu barad setinggi 5.08 cm.

Sementara dasar tugu dikelilingi pagar tembok setinggi 1 meter dan masing-masing 3 meter juga persegi lima.

Baca Juga: Simak Jadwal Lengkap UKPPPG Guru Tertentu Periode 4 Tahun 2025, Pendaftaran Dibuka Mulai 1 November

Peristiwa di balik Monumen Perjuangan Bekasi

Ternyata ada tiga peristiwa yang melatarbelakangi didirikannya Monumen Perjuangan Rakyat di Bekasi.

Simak di bawah ini: :


Peristiwa 1

Peristiwa ini bermula pada 16 Agustus 1945, sehari sebelum Kemerdekaan Indonesia.

Usai melaksanakan rapat soal kemerdekaan, rakyat Bekasi menyebarkan kabar tersebut pada rakyat lainnya.

Rakyat Bekasi menyambut dengan antusias kabar tersebut. Rakyat bersama pasukan Badan Keamanan Rakyat (BKR) langsung membuat pos-pos pertahanan di Daerah Cakung Talang Dua, Marunda, Pondok Gede, dan Stasiun Kereta Api.

Hal ini dilakukan karena tersebar berita bahwa pasukan Belanda dan sekutu akan datang usai Jepang kalah.

Baca Juga: Sekdisdik Jabar: Ajang Kreativitas Sastra Penting untuk Tumbuhkan Karakter Siswa

Berita itu ternyata benar. Pada September, tentara Sekutu datang ke Bekasi bersamaan dengan tentara Belanda (NICA).

Pada Oktober 1945 tentara Sekutu dan NICA dengan kendaraan lapis baja dan truk ke Rawapasung Kranji menguasai Desa Medan Satria.

Tak tinggal diam, rakyat Bekasi langsung membuat brikade pertahanan dengan menutup jalur jalan kereta api. R

Pecahlah pertempuran yang hebat antara rakyat Bekasi dengan sekutu dan Belanda.

Perpecahan ini mengugurkan 6 orang pejuang dari pihak Bekasi dan juga sejumlah serdadu Sekutu.

Rakyat Bekasi dibantu oleh Kesatuan Pencak Silat dari Subang berhasil merampas 12 Pucuk senjata carabijn dan senapan mesin milik sekutu dan Belanda.


Peristiwa 2

Pada bulan Nopember 1945, perpecahan kembali memuncak dipicu oleh datangnya pasukan NICA dan tentara sekutu.

Mereka menyerang desa Jaka Sampurna dari arah Pondok Gede. mengepung sekitar front pertempuran di Cikunir, kampung dua, dan Keranji..

Tak sampai di situ, penyerbuan yang dilakukan sekutu kembali terjadi di Kota Bekasi pada 1946 di sekitar Alun-Alun Bekasi.

Serangan tersebut memicu pertahanan di sekitar sungai (kali) Bekasi sebelah timur.

Bahkan tentara Bekasi terpaksa menghancurkan jembatan Bekasi. Namun pasukan sekutu dan NICA makin gencar menyerang di beberapa daerah.

Pertahanan Bekasi selalu dihujani mortir hingga meriam.

Tak takut, rakyat dan pemuda Bekasi selalu membalas demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia,

Alun-Alun Bekasi pun menjadi bukti bahwa di sana adalah tempat perjuangan rakyat Bekasi melawan sekutu.


Peristiwa 3

Peristiwa berawal dari keinginan rakyat Bekasi untuk menjadikan Bekasi menjadi sebuah Kabupaten.

Para tokoh Bekasi, di antaranya K.H. Noer Alie dari Amanat Rakyat Bekasi melakukan rapat umum di sekitar Alun-Alun Bekasi pada Februari 1950.

Lahirlah yang Revolusi Rakyat Bekasi, yang langsung diajukan ke Perdana Menteri Moh. Hatta.

Keinginan Rakyat Bekasi pun terwujud lewat perjuangan yang keras dari para pemimpin/tokoh Bekasi pada 15 Agustus 1950.

Bekasi resmi menjadi sebuah Kabupaten. Awalnya, wilayah ini adalah kabupaten Jatinegara lalu berubah menjadi Kabupaten Bekasi.***