POJOKSATU.id - Sosok kiai memang tak lepas dari dunia perpolitikan di Indonesia. Ketika tahun-tahun politik sudah mulai, maka kiai ataupun pesantren banyak dijadikan tempat untuk ajang menarik massa.

Hal tersebut tentunya wajar, dimana para politisi mendekati para kiai. Sebab selain memiliki kharisma yang tinggi, mereka juga memiliki massa yang diharapkan dapat menambah perolehan suara.

Berikut nama-nama kiai besar atau pun pesantren besar yang jadi panutan partai politik, dan sering dikunjungi oleh para petinggi parpol:

Baca Juga: Sosok Ali Moertopo, dari Jenderal Kesayangan Soeharto Hingga Dianggap sebagai Ancaman Bagi Penguasa Orde Baru

1. KH Mustofa Bisri- Rembang (Gus Mus)
Nama KH Mustofa Bisri atau Gus Mus, memang kerap disambangi oleh politisi Indonesia.

Pada tahun 2014, Joko Widodo mencalonkan diri jadi presiden, ia diam-diam menyambangi pondok pesantren Raudhatul Thalibin, Leteh, Rembang, Jawa Tengah. Dalam pertemuan yang digelar secara mendadak dan tertutup itu Jokowi didampingi oleh kader PDIP yang juga Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Di tahun politik saat ini, Keluarga Mustasyar PBNU Kiai Haji Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus menyebut bahwa ulama tersebut membuka pintu bagi siapa pun yang bertamu. Hanya saja keluarga berharap nama Gus Mus tidak dibawa-bawa untuk kepentingan politik.

Baca Juga: Maxime Bouttier Akui Dukungan Luna Maya Sangat Membantunya di Masa Duka Meninggalnya Sang Ibunda

Gus Mus adalah salah satu ulama yang dihormati di Indonesia. Pria kelahiran 10 Agustus 1944 ini pernah menjabat sebagai Rais 'Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama pada tahun 2014 hingga 2015.

Ia juga merupakan salah seorang pendeklarasi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan sekaligus perancang logo PKB yang digunakan hingga kini.

2. KH Maimun Zubair - Sarang Rembang
KH Maimoen Zubair (Mbah Moen) dikenal sebagai kiai atau ulama kharismatik dari indonesia. Selain menjadi seorang ulama, beliau juga dikenal sebagai seorang politikus.

Baca Juga: Akhir Hidup Sang Proklamator, Anak-anak Soekarno Telan Pil Pahit Tak Dapat Uang Warisan dan Pensiunan Juga Zonk

KH Maimun Zubair adalah pengasuh Pondok Pesantren Al Anwar Sarang, Rembang. Pesantren Sarang ini merupakan pesantren yang cukup disegani di Tanah Jawa lantaran menghasilkan banyak ulama.

Mbah Moen wafat pada tahun 2019 lalu saat menunaikan ibadah haji. Jasadnya pun dimakamkan di pemakaman Ma'la di Makkah Arab Saudi. Saat itu, ia tutup usia di umur 90 tahun.

3. KH Idris Marzuki - Lirboyo Kediri
Berbagai cara dilakukan para caleg untuk mendapatkan dukungan. Pada tahun 2014 misalnya, Caleg PKB Arzeti Bilbina mengunjungi Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri.

Baca Juga: KPU Tetapkan 36 Caleg DPRD Kabupaten Bekasi dari Partai Gelora

Model senior itu bertemu santri dan pengasuh ponpes KH Idris Marzuqi. Arzeti yang didampingi suaminya mengungkapkan bahwa agenda silaturahmi ini untuk mendapatkan petunjuk, arahan dan doa agar dalam perjalanan pencalegan dirinya diberi kemudahan dan keberkahan.

Tak cuma Arzeti saja, banyak politikus senior dan pemimpin parpol juga bertandang ke Pesantren Lirboyo Kediri. Selama ini, Pesantren Lirboyo Kediri merupakan sarana yang sangat ampuh bagi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk mendulang suara.

Pada tahun 2014 lalu, KH Idris Marzuki dikabarkan meninggal dunia di RSUD Dr Soetomo Surabaya.

Baca Juga: Sebanyak 55 Caleg DPRD Kabupaten Bekasi Partai Buruh

4. KH Abdullah Faqih - Kiai Langitan
Selain Almarhum KH Abdullah Salam dari Polgarut, Kajen, Pati, Jawa Tengah, di Jawa Timur, masyarakat Nahdliyin juga mengenal sosok Kiai Langitan, KH Abdullah Faqih, atau akrab disapa Mbah Faqih.

KH Abdullah Faqih adalah sosok yang berpengaruh bagi Nahdlatul Ulama. Dia adalah sosok utama yang mendorong majunya Abdurrahman Wahid alias Gus Dur sebagai presiden.

Kiai Faqih meninggal dunia pada Rabu, 29 Januari 2012. Ia meninggal karena komplikasi penyakit di kediamannya komplek Pondok Pesantren Langitan.

Baca Juga: Seruan Aktivis Pemuda Lampung : Persoalan Pelanggar HAM Harus Disuarakan Terus

5. Mbah Liem - Pesantren Al Muttaqin Pancasila Sakti
Mbah Liem, atau KH Muslim Rifa'i Imampuro adalah pendiri Pondok Pesantren Al Muttaqin Pancasila Sakti, Klaten, Jawa Tengah.

Tokoh karismatik ini wafat di usia 91 tahun saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Islam (RSI) Klaten.

Meski jasadnya sudah tiada, kiprah beliau semasa hidupnya yang terus menyuarakan tegaknya Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) akan selalu dikenang.

Baca Juga: Ada Guru yang Bisa Gratis, Syarat PPG Daljab 2024 Berdasarkan Permendikbud Terbaru Lengkap Daftar LPTK se-Indonesia

Semasa hidupnya, Mbah Liem juga dikenal masyarakat luas atas kepribadiannya yang sederhana dan bersahabat. Sehingga banyak kalangan masyarakat bawah hingga para tokoh begitu dekat dan akrab dengannya.

Mbah Liem, selama ini dikenal sebagai salah satu kiai khos yang dekat dengan Gus Dur. Bahkan, Mbah Liem juga dikenal disegani oleh pemimpin Orde Baru, Soeharto. ***