POJOKSATU.id, JAKARTA-- Pada tahun 1983, Presiden Soeharto mengejutkan Indonesia usai memilih Jenderal TNI Umar Wirahadikusumah menjadi wakil presiden (Wapres) pendampingnya.
Pemilihannya dianggap tak terduga mengingat karirnya yang tidak mencuat seperti para seniornya di militer.
Umar Wirahadikusumah menjabat Wapres pada periode 1983-1988.
Namun Jenderal Umar dikenal sebagai tokoh yang rendah hati dan memiliki reputasi baik, Umar juga menjadi salah satu di antara sedikit rezim Soeharto yang berkomitmen memberantas korupsi.
Baca Juga: Jelang Hari H Pencoblosan 14 Februari 2024, Rakyat Jangan Sampai Tergiur Bansos Presiden Jokowi
Meskipun pernah menjabat sebagai wakil presiden, Umar dan keluarganya hidup dalam kesederhanaan.
Jenderal Umar dan keluarganya tinggal di Kabupaten Sumedang jauh dari kata kemewahan.
Umar Wirahadikusumah, lahir di Situraja, Sumedang pada tanggal 10 Oktober 1924.
Ia memulai kariernya di bidang militer sebagai Komandan Tentara Keamanan Rakyat, Cicalengka pada tahun 1945.
Baca Juga: Pilih Ganjar-Mahfud MD, Siti Atikoh Minta Warga Jombang Jangan Takut Diintimidasi oleh Siapapun
Umar menduduki berbagai jabatan tinggi militer, termasuk Pangdam V/Jaya, di mana ia terlibat dalam operasi penumpasan G30S/PKI.
Setelah terlibat dalam operasi tersebut, ia dipercaya sebagai Pangkostrad menggantikan Soeharto dan kemudian diangkat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat pada tahun 1969.
Setelah pensiun dari karier militernya pada tahun 1973, Umar menjabat sebagai Ketua Badan Pengawas Keuangan hingga tahun 1983, ketika ia diresmikan sebagai wakil presiden RI menggantikan posisi Adam Malik.
Umar mencatatkan sejarah sebagai mantan perwira militer pensiunan yang pertama kali menjabat sebagai wakil presiden RI.***

