POJOKSATU.id - Bagi pecinta alam atau pendaki yang pernah menjejakkan kaki di Gunung Kerinci pasti tak asing dengan Tugu Yudha Sentika.

Nama tugu tersebut juga mungkin pernah didengar oleh para pendaki yang belum berkesempatan menapaki kaki di Atap Sumatera tersebut.

Tugu Yudha Sentika berada diantara shelter 3 dan puncak Indrapura Gunung Kerinci, Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi.

Tugu Yudha ternyata adalah sebuah tugu dengan plakat yang dibuat untuk mengenang seorang pendaki muda yang hilang di tengah perjalanan.

Baca Juga: Baru Tahu, Mahamevnawa Dubai Satu-satunya Vihara di Jazirah Arab, Lokasinya Ada di Sini

Dalam plakat tugu tersebut tertulis ‘Tempat berpisahnya saudara kami YUDHA SENTIKA, 23 Juni 1990'.

Sesuai dengan isi tulisan tersebut, ternyata ada kisah pilu dibalik dibuatnya Tugu Yudha Sentika.

Tugu Yudha dibuat untuk mengenang Yudha Sentika, seorang pendaki yang diperkirakan menghilang di sekitar wilayah dibuatnya tugu tersebut.

Yudha Sentika, pemuda yang hilang pada 23 Juni 1990, saat itu ia masih berusia 17 tahun dan masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA).

Baca Juga: Tidak Usah ke Thailand, Kenali Maksud Patung Sleeping Budha Terbesar di Indonesia Ini Jadi Kabupaten Bogor Pride!

Salah satu teman Yudha, Febby, yang juga ikut mendaki pada saat itu menceritakan kronologi kisah hilangnya Yudha, bersama Organisasi Pecinta Alam SMAN 68 Jakarta.

Pada saat itu, setiap liburan mereka memprogramkan untuk melakukan pendakian.

Febby mengatakan, mereka yang merupakan siswa asal Jakarta, melakukan persiapan perjalanan ke Kerinci, serta mendatangi Kepala Desa daerah tersebut.

Baca Juga: Mengenal Suku Dayak yang Ditakuti Tentara Belanda saat Masa Penjajahan

Febby menyebutkan bahwa mereka juga sudah mendengar arahan, serta informasi tentang Gunung Kerinci dari Kepala Desa.

Setelah itu, mereka melanjutkan pendakian. Lalu pada hari kedua, mereka berkemah di pos atau basecamp 2, yang menurut keterangan Febby merupakan basecamp terakhir.

Febby mengatakan, pada saat itu, ia bersama Yudha dan teman-teman lainnya sempat bermalam karena cuaca sedang tidak baik.

Setelah itu, mereka melanjutkan pendakian. Lalu pada hari kedua, mereka berkemah di pos atau basecamp 2, yang menurut keterangan Febby merupakan basecamp terakhir.

Baca Juga: Bukan di Myanmar Atau Ancol, Taman Lumbini Punya Pagoda Emas Tertinggi dan Jembatan Gantung di Kaki Gunung yang Indah

Febby mengatakan, pada saat itu, ia bersama Yudha dan teman-teman lainnya sempat bermalam karena cuaca sedang tidak baik.

Setelah itu, mereka sempat berfoto bersama. Foto pertama diambil oleh Hardi atau Indra, dan foto kedua diambil oleh Yudha.

Setelah mengambil foto, Yudha berteriak menyebutkan ia kedinginan, kemudian ia melemparkan ransel yang ia pegang dan lalu berlari.

Saat itu, Agus, salah satu pendaki yang juga ketua kelompok mereka, sudah memperingati Yudha untuk menunggu dan berjalan bersama.

Baca Juga: Inilah Nama Caleg DPRD Kabupaten Tasikmalaya dari Partai Demokrat

Namun, Yudha tidak mendengar Agus, dan terus berlari mendahului teman-temannya.

Febby dan Agus segera menyusul Yudha, namun pandangan di hadapan mereka sudah mulai tidak baik.

Bahkan, saat itu sulit melihat dalam jarak 1 atau 2 meter ke depan karena kabut sangat tebal, jelas Febby.

Setelah itu, Febby melihat Agus yang berada di depannya mendadak berhenti, lantas ia bertanya kemana Yudha, namun Agus juga tidak tahu karena sudah kehilangan jejak.

Baca Juga: Jelang Pemilu KPU Telah Umumkan Daftar Caleg PDIP DPRD Kabuapten Tasikmalaya

Mereka berdua juga kebingungan apakah jalan yang mereka lalui benar atau salah, hingga mereka berteriak memanggil Yudha, namun tidak ada jawaban.

Febby dan Agus sadar, bahwa jalur Yudha yang mereka ikuti adalah jalur yang salah, karena terlalu terjal.

Febby bersama teman-teman akhirnya sepakat untuk berpencar mencari jalan masing-masing lebih dahulu, dalam cuaca yang sangat dingin.

Saat itu, ketika kondisi mereka semua sudah kedinginan, Febby melihat sebuah botol air mineral tergantung dan ia ingat sempat melihat itu saat mereka naik tadi.

Baca Juga: Keunikan Vihara Dewi Kwan Im Palembang Berusia 291 Tahun, Ada Makam Ju Sin Kong Panglima Beragama Islam

Pada akhirnya mereka kembali menemukan jalan tempat mereka naik di saat awal.

Febby mengatakan bahwa hal itu karena kuasa tuhan, kabut sempat terbuka sedikit.

Febby mengatakan mereka sangat panik, karena sempat beberapa kali jatuh ke jurang lahar kering.

Bahkan, Agus yang diketahui memiliki fisik paling kuat juga mulai lelah, kakinya tidak bisa bergerak karena kram, hingga harus digendong oleh Febby.

Baca Juga: Mahfud MD Dilaporkan ke Bawaslu Karna Sebut Jawaban Gibran Ngawur

Febby mengatakan, saat menuju basecamp, mereka terus meneriakan kode memanggil Yudha, berharap Yudha masih ada.

Ia mengungkapkan sempat mendengar ada suara balasan saat memanggil, namun tidak tahu apakah itu suara Yudha atau gaung.

Tapi mereka tetap yakin itu adalah suara Yudha, karena arahnya bukan berasal dari mereka.

Mereka berhasil sampai kembali ke basecamp 2, tempat meletakan tenda dan ransel besar bawaan mereka.

Baca Juga: Soal Video Viral Ban Mobil Dinas Jokowi Bocor di Grobogan, Ternyata Faktanya Begini

Para pemuda tersebut sepakat untuk kembali ke atas, namun sayangnya tidak memungkinkan karena mereka semua sudah sangat kedinginan, bahkan demam.

Pada pagi hari sekitar pukul 5, Febby turun bersama Indra, untuk melapor ke bawah gunung dan menghubungi kerabat di Jakarta.

Sedangkan teman yang lain mencoba naik kembali ke atas untuk melihat apakah ada tanda dari keberadaan Yudha, namun tidak ditemukan.

Akhirnya, di hari kedua sejak Yudha menghilang, Tim SAR mulai melakukan pencarian.

Baca Juga: Luar Biasa! Warga Satu Desa di Karawang Kompak Dukung Vera Febyanthy

Saat itu, satu-satunya pentunjuk yang didapatkan adalah kupluk milik Yudha, kupluk itu ditemukan di sekitar daerah landai tempat mereka berpisah.

Lokasi terpisahnya Yudha dengan teman-temannya diketahui berupa dataran luas yang dekat dari puncak Gunung Kerinci, yang mana kini juga menjadi tempat diletakannya Tugu Yudha Sentika.

Hingga saat ini, hilangnya Yudha Sentika masih menjadi misteri. Banyak yang memberikan tanggapan alasan hilangnya Yudha.

Baca Juga: Resmikan Alun-Alu di Nias Utara, Pj Gubernur Sumut Hassanudin Berharap jadi Sentra Ekonomi Baru

Ada yang menyebutkan kemungkinan ia hipotermia dan terjatuh ke jurang. Lalu, ada juga yang mengatakan kemungkinan Yudha menghilang dibawa oleh uhang pandak atau orang bunian Gunung Kerinci. ***