POJOKSATU.id - Bendera Indonesia yang berwarna merah dan putih memiliki sejarah yang menarik untuk diungkap. Sejarah ini juga mengungkap alasan mengapa warna merah dan putih dipilih sebagai bendeera negara Indonesia.

Menurut penelitian dari IAIN Syekh Nurjati Cirebon, warna merah dan putih sebenarnya sudah dikenal sejak zaman prasejarah, sekitar 6000 tahun yang lalu.

Pada masa itu, kepercayaan animisme dan dinamisme masih kuat, dengan penghormatan terhadap Sang Matahari yang dilambangkan dengan warna merah dan Sang Rembulan yang dilambangkan dengan warna putih.

Selain itu, pada masa kerajaan-kerajaan di Indonesia, warna merah dan putih dikenal sebagai lambang kemuliaan, seperti terlihat pada kembang tunjung-teratai Merah Putih, keraton Merah Putih, garuda Merah Putih, aksara Merah Putih di beberapa candi, serta pada lukisan pahat Hanuman Api di Candi Prambanan dan Candi Panataran.

Baca Juga: Peristiwa Penting Sebelum Merdeka, 13 Agustus 1945 Pemuda Indonesia Desak Kemerdekaan Indonesia Usai Dengar Kekalahan Jepang

Warna merah putih juga digunakan dalam berbagai makanan di Indonesia, seperti bubur beras abang-putih di Jawa dan bubur sagu merah-putih di Papua.

Dalam sejarah Nusantara, Bendera Merah Putih dikibarkan pada tahun 1292 M oleh tentara Jayakatwang saat melawan kekuasaan Prabu Kertanegara dari Kerajaan Singasari.

Jayakatwang, yang merupakan keturunan raja dari Kediri, melakukan pemberontakan dengan mengirim tentaranya yang mengibarkan panji-panji Merah Putih ke arah selatan Gunung Kawi.

Pemberontakan ini mendapat perlawanan dari tentara Singasari yang dipimpin oleh Raden Wijaya dan Ardaraja.

Peristiwa pengibaran Bendera Merah Putih ini tercatat dalam Piagam Butak yang kemudian dikenal sebagai Piagam Merah Putih. Piagam ini juga mencatat pembentukan kerajaan baru, yaitu Kerajaan Majapahit.

Baca Juga: Diadopsi Para Nasionalis, Begini Terjadinya Nama Indonesia, Bukan Nusantara Atau Indische

Dalam cerita sejarah, disebutkan bahwa pada era Kerajaan Majapahit, penemuan Bendera Merah Putih berkaitan dengan dua putri bernama Dara Jingga dan Dara Petak dari Kerajaan Melayu, di mana nama Jingga berarti merah dan Petak berarti putih.

Selain itu, pada masa kejayaan Kerajaan Majapahit, bangunan istana tersusun dari tembok merah dan lantai plester berwarna putih, sehingga istana Majapahit dikenal sebagai Keraton Merah Putih.

Bendera Merah Putih juga digunakan oleh Pangeran Diponegoro dalam perang melawan Belanda pada 1825-1830.

Namun, setelah Pangeran Diponegoro mengalami kekalahan pada 1830, Bendera Merah Putih tidak lagi berkibar, dan Pangeran Diponegoro diasingkan ke Makassar.

Baca Juga: Histori Nama Nusantara, Begini Kehidupan dan Kekayaan Bangsa di Masa Itu, Pernah Diusulkan Jadi Nama Negara, Kini Jadi Ibu Kota Baru

Bendera Merah Putih kemudian kembali digunakan oleh para pelajar dan kaum nasionalis pada tahun 1922. Mereka yang tergabung dalam Perhimpunan Indonesia mengibarkan Bendera Merah Putih di negeri Belanda, namun dengan gambar kepala banteng di tengahnya.

Pada 28 Oktober 1928, dalam Kongres Pemuda Indonesia di Jakarta, Bendera Merah Putih yang dihiasi lambang garuda terbang dikibarkan.

Lambang garuda kemudian dipisahkan, sehingga yang tersisa hanya warna merah dan putih.

Melihat keberanian para pejuang kemerdekaan yang selalu membawa bendera merah putih dalam melawan pasukan Belanda, Soekarno akhirnya memilih warna merah dan putih sebagai warna bendera Indonesia.

Baca Juga: Tradisi Agustusan Panjat Pinang, Merayakan KEMERDEKAAN Indonesia Tapi Berasal dari Masa PENJAJAHAN Belanda, Begini Makna dan Histori Permainan Ini

Dua warna ini dianggap sangat mencerminkan perjuangan rakyat Indonesia dalam meraih kemerdekaan dari penjajah.

Soekarno secara resmi menetapkan 7 September 1944 sebagai hari kelahiran bendera merah-putih. Warna merah melambangkan tubuh manusia, sementara putih melambangkan jiwa manusia.

Menjelang kemerdekaan Indonesia, Ki Hajar Dewantara ditugaskan membentuk panitia untuk meneliti bendera dan lagu kebangsaan Indonesia.

Panitia ini memutuskan bahwa Bendera Merah Putih harus berukuran panjang 3 meter dan lebar 2 meter, dengan makna; merah berarti berani, dan putih berarti suci, sehingga Bendera Merah Putih bermakna keberanian dalam memperjuangkan kebenaran.

Baca Juga: Memperingati Dedikasi Baden Powell, Bapak Pramuka Dunia di Hari Khusus

Panitia bendera kebangsaan ini dipimpin oleh Ki Hajar Dewantara dan beranggotakan Puradireja, Dr. Poerbatjaraka, Prof. Dr. Hoesein Djajadiningrat, Mr. Moh Yamin, dr. Radjiman Wedyodiningrat, Sanusi Pane, KH Mas Mansyur, PA Soerjadiningrat, dan Prof. Dr. Soepomo.

Selain bermakna keberanian dan kesucian, kombinasi warna merah dan putih telah digunakan dalam sejarah budaya dan tradisi di Indonesia, seperti pada desain sembilan garis merah putih bendera Majapahit.

Bendera Merah Putih secara resmi berkibar pada 17 Agustus 1945 saat proklamasi kemerdekaan bangsa.

Baca Juga: DUA NAMA PRESIDEN Indonesia Ini TERLUPAKAN, Resmi Ditunjuk Pertahankan Kedaulatan Indonesia, Lalu Kembalikan Jabatannya

Bendera pusaka merah putih ini dijahit dengan tangan oleh Ibu Negara, Fatmawati. Selain disebut Bendera Pusaka, bendera Merah Putih Indonesia juga dikenal sebagai Sang Saka Merah Putih dan Sang Dwiwarna, yang berarti dua warna, yaitu merah dan putih. ***