POJOKSATU.id - Masjid Raya An-Nur Pekanbaru memiliki perjalanan panjang yang sarat makna.
Awalnya bernama Masjid Agung An-Nur Provinsi Riau, rumah ibadah ini berdiri pada 27 Rajab 1388 H atau 19 Oktober 1968 dengan arsitek Ir. Roseno.
Peresmian dilakukan oleh Gubernur Arifin Ahmad, menjadi tonggak penting perkembangan syiar Islam di Riau.
Seiring waktu, masjid ini mengalami renovasi besar pada tahun 2000 di masa Gubernur Saleh Djasit.
Baca Juga: 7 Inspirasi Makanan Berbahan Dasar Tepung Terigu yang Mudah Dibuat
Perubahan besar kembali terlihat pada 2022 ketika kawasan An-Nur dipercantik dengan enam payung elektrik dan lantai granit megah.
Nah, sentuhan modern ini membuat suasana semakin nyaman dan estetik, apalagi saat senja hingga malam hari.
Perkembangan dan Perluasan yang Signifikan
Luas lahan Masjid Raya An-Nur bertambah dari sekitar 4 hektare menjadi kurang lebih 12,6 hektare.
Kapasitas jamaah kini mencapai 4.500 orang. Lantai dua difungsikan sebagai ruang salat utama, sementara lantai dasar dimanfaatkan untuk aula dan kantor pengelola.
Menariknya, masjid ini juga pernah menjadi kampus Fakultas Ushuluddin IAIN hingga tahun 1973, yang kini dikenal sebagai UIN SUSKA Pekanbaru.
Fakta ini menunjukkan bahwa Masjid Raya An-Nur bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga pernah menjadi pusat pendidikan dan pengembangan ilmu keislaman di Riau.
Perpaduan Arsitektur Melayu, Arab, Turki, dan India
Keindahan Masjid Raya An-Nur tak lepas dari sentuhan arsitektur yang memadukan unsur Melayu, Arab, Turki, dan India.
Kubah megah bergaya Arab menjadi daya tarik utama. Empat menara di setiap sudut menghadirkan nuansa Turki yang kuat.
Baca Juga: Dugaan Penganiayaan Berulang di Balik Kematian NS di Sukabumi, Alarm Perlindungan Anak
Motif songket khas Melayu menghiasi dinding, menghadirkan identitas lokal yang kental.
Kaligrafi indah karya Azhari Nur dari Jakarta tahun 1970 semakin memperkaya estetika interiornya.
Perpaduan ini membuat masjid tampak anggun sekaligus berwibawa, lho.
Ikon Spiritual di Jantung Pekanbaru
Terletak di pusat Kota Pekanbaru, Masjid Raya An-Nur kini menjadi destinasi wisata religi unggulan di Provinsi Riau.
Suasana kawasan yang asri, kolam air jernih yang mengelilingi halaman, serta tata cahaya malam yang dramatis menjadikannya ikon spiritual sekaligus kebanggaan masyarakat.
Baca Juga: 5 Olahan Pisang Terbaik Dunia untuk Buka Puasa, Pisang Goreng Indonesia Nomor Satu!
Tak heran jika banyak wisatawan dan warga lokal datang bukan hanya untuk beribadah, tetapi juga menikmati keindahan arsitektur dan ketenangan suasana.
Perjalanan Masjid Raya An-Nur mengajarkan bahwa warisan spiritual yang dirawat dengan cinta akan terus bersinar, memberi keteduhan bagi generasi ke generasi. ***

