POJOKSATU.id - Masjid Nurul Mu’minin merupakan salah satu masjid yang berada di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur.
Kehadiran masjid ini menjadi bagian penting dalam pengembangan sarana ibadah bagi masyarakat sekaligus memperkuat aktivitas keagamaan di ibu kota provinsi tersebut.
Masjid ini diresmikan pada 20 Agustus 2020 yang bertepatan dengan 1 Muharram 1442 Hijriyah.
Momentum tersebut memberikan makna tersendiri karena peresmian dilakukan pada awal tahun baru Islam.
Baca Juga: Selain Kepala Keamanan Ali Larijani, Iran Konfirmasinya Tewasnya Jenderal Gholamreza Soleimani
Keberadaan Masjid Nurul Mu’minin diharapkan dapat menjadi pusat kegiatan keagamaan, mulai dari pelaksanaan Salat berjamaah hingga kegiatan syiar Islam yang melibatkan masyarakat luas.
Pembangunan dengan Anggaran Puluhan Miliar
Pembangunan Masjid Nurul Mu’minin memerlukan anggaran yang cukup besar.
Secara keseluruhan, biaya pembangunan masjid ini mencapai sekitar Rp83 miliar.
Anggaran tersebut berasal dari beberapa tahap penganggaran melalui APBD.
Baca Juga: Sejarah Politeknik Negeri Ambon: Kampus Vokasi Pertama di Maluku yang Terus Berkembang
Pada tahun 2017, dana sebesar Rp860 juta dialokasikan untuk tahap perencanaan pembangunan masjid.
Kemudian pada tahun 2018 dilakukan pembangunan fisik tahap pertama dengan anggaran sekitar Rp27 miliar.
Dana tersebut digunakan untuk pengerjaan struktur bangunan serta bagian arsitektur masjid.
Beberapa pekerjaan yang dilakukan pada tahap ini antara lain pembangunan struktur utama masjid, pembangunan rumah imam dan kaum, serta pembangunan fasilitas tempat wudu untuk jamaah pria.
Baca Juga: Turun Langsung ke Masyarakat Rinna Belanja Masalah
Selain itu, pada tahun yang sama juga dialokasikan dana sekitar Rp428 juta untuk pengawasan pembangunan proyek tersebut.
Pembangunan kemudian dilanjutkan pada tahap kedua pada tahun 2019.
Pada tahap ini, anggaran yang digelontorkan mencapai sekitar Rp55 miliar untuk menyelesaikan konstruksi hingga tahap akhir.
Untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana, dana sebesar Rp877 juta juga dialokasikan untuk kegiatan supervisi atau pengawasan proyek.
Baca Juga: Garam Listrik
Sempat Menjadi Sorotan
Di balik proses pembangunannya, Masjid Nurul Mu’minin sempat menjadi perhatian publik pada tahun 2018.
Hal ini terjadi karena pembangunan masjid tersebut dilakukan tanpa adanya izin mendirikan bangunan dari Pemerintah Kota Samarinda pada saat proses awal pembangunan.
Meski demikian, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tetap melanjutkan pembangunan masjid tersebut.
Salah satu alasannya karena proyek pembangunan sudah berjalan dan anggaran negara telah dialokasikan untuk pembangunan masjid tersebut.
Baca Juga: Menteri ESDM Tekan Impor di Tengah Lonjakan Konsumsi Idulfitri Tahun 2026!
Keputusan tersebut akhirnya membuat pembangunan Masjid Nurul Mu’minin tetap dilanjutkan hingga selesai dan akhirnya diresmikan pada tahun 2020.
Masjid Nurul Mu’minin kini berdiri sebagai salah satu simbol perkembangan fasilitas ibadah di Samarinda.
Di balik perjalanan pembangunannya yang tidak selalu mulus, masjid ini tetap menjadi tempat bagi masyarakat untuk bersujud, berdoa, dan memperkuat nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari.***

