POJOKSATU.id - Masjid Negara Ibu Kota Nusantara atau yang dikenal sebagai Masjid Raya Nusantara merupakan salah satu proyek pembangunan rumah ibadah berskala nasional di kawasan Ibu Kota Nusantara.
Masjid ini berada di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, yang menjadi lokasi pusat pemerintahan masa depan Indonesia.
Masjid Negara IKN dibangun sebagai bagian dari pengembangan kawasan ibu kota baru yang mengusung konsep kota modern, berkelanjutan, serta ramah lingkungan.
Baca Juga: Sejarah Politeknik Negeri Bali: Dari Politeknik Universitas Udayana hingga Kampus Vokasi Unggulan
Pembangunan masjid ini dilaksanakan oleh PT Hutama Karya (Persero) melalui kerja sama operasi dengan PT Adhi Karya (Persero) Tbk.
Kedua perusahaan BUMN tersebut bekerja sama dalam proyek konstruksi yang dikenal sebagai KSO Adhi-HK.
Proyek Masjid Berskala Nasional
Masjid Negara IKN dibangun di atas lahan seluas sekitar 59.081 meter persegi.
Dari luas tersebut, area utama masjid mencakup sekitar 32.125 meter persegi.
Baca Juga: Staycation Lebaran Anti-Ribet: Nikmati Sisi Tenang Ibu Kota di Ascott Kuningan Jakarta
Selain area utama masjid, kawasan ini juga dilengkapi dengan area komersial seluas sekitar 2.221 meter persegi serta kolam retensi dengan luas mencapai 123.502 meter persegi.
Masjid ini dirancang mampu menampung hingga 61.000 jamaah.
Dengan kapasitas tersebut, Masjid Negara IKN diproyeksikan menjadi salah satu masjid terbesar di Indonesia.
Proyek pembangunan masjid ini ditargetkan selesai dalam waktu sekitar 400 hari kalender dengan target penyelesaian pada akhir tahun 2024.
Baca Juga: Resep Sagu Keju Renyah dan Lumer di Mulut, Lengkap dengan Tips Anti Gagal
Groundbreaking oleh Presiden
Pembangunan Masjid Negara IKN secara resmi dimulai melalui peletakan batu pertama atau groundbreaking yang dilakukan Presiden Joko Widodo pada 17 Januari 2024.
Selain pembangunan masjid, kawasan tersebut juga akan dilengkapi berbagai infrastruktur pendukung seperti lansekap, utilitas kawasan, jalan, serta jembatan.
Menariknya, kawasan religi di ibu kota baru ini tidak hanya akan memiliki masjid.
Pemerintah juga merencanakan pembangunan rumah ibadah lain seperti gereja katedral, vihara, pura, hingga kelenteng dalam satu kawasan yang sama.
Baca Juga: Tips Aman Mudik Lebaran Menggunakan Sepeda Motor
Konsep ini diharapkan mencerminkan keberagaman dan toleransi antarumat beragama di Indonesia.
Desain Kubah dan Konsep Ramah Lingkungan
Masjid Negara IKN dirancang dengan desain arsitektur yang unik. Kubah masjid dibuat menyerupai bentuk serban yang menjadi simbol identitas keislaman.
Sementara itu, pintu-pintu masjid dirancang mengikuti arah mata angin.
Desain tersebut memungkinkan angin masuk dari berbagai arah sehingga sirkulasi udara di dalam bangunan menjadi lebih alami.
Baca Juga: Jelang Lebaran 2026, Bank Mandiri Perkuat Livin untuk Hadapi Lonjakan Transaksi Nasabah
Udara panas nantinya akan keluar melalui puncak kubah, sehingga udara segar dapat terus mengalir di dalam ruangan masjid.
Dalam pembangunannya, masjid ini juga mengusung konsep green city yang menjadi salah satu prinsip utama pembangunan Ibu Kota Nusantara.
Masjid ini dirancang sebagai green building dengan penggunaan material ramah lingkungan serta meminimalkan limbah konstruksi.
Proses pembangunan juga dilakukan secara intensif untuk mempercepat penyelesaian proyek.
Baca Juga: Pelangi di Mars Film Sci-fi Anak Cocok Nemani Libur Lebaran Bersama Keluarga
Bahkan pada malam hari, aktivitas konstruksi seperti penyusunan lansekap serta pemasangan sistem pencahayaan tetap berlangsung.
Kehadiran Masjid Negara IKN bukan sekadar pembangunan tempat ibadah, tetapi juga menjadi simbol spiritual bagi ibu kota masa depan Indonesia.
Dengan desain modern, konsep ramah lingkungan, serta kapasitas besar, masjid ini diharapkan menjadi pusat aktivitas keagamaan sekaligus ikon baru peradaban di Nusantara.***

