POJOKSATU.id - Masjid Kasimuddin merupakan salah satu masjid bersejarah yang berada di Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara.
Masjid ini terletak di Tanjung Palas Tengah, Kecamatan Tanjung Palas, dan menjadi bagian penting dari jejak sejarah Kesultanan Bulungan di wilayah tersebut.
Masjid ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah umat Islam, tetapi juga menjadi simbol sejarah kerajaan yang pernah berjaya di Bulungan.
Hingga kini, keberadaannya tetap dijaga oleh masyarakat setempat sebagai warisan budaya dan religi yang bernilai tinggi.
Baca Juga: Jeritan PPPK Paruh Waktu Tegal! THR Tak Cair, Gaji Januari–Maret 2026 Belum Dibayar, Ini Penyebabnya
Masjid Kasimuddin berdiri di atas lahan seluas sekitar 3.560,25 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 585,64 meter persegi.
Struktur bangunannya memadukan bahan kayu dan beton sehingga membentuk bangunan semi permanen yang khas.
Dinding masjid sebagian besar menggunakan papan kayu ulin yang dikenal kuat dan tahan lama.
Material kayu ulin memang menjadi ciri khas banyak bangunan tradisional di wilayah Kalimantan.
Baca Juga: 7 Destinasi Wisata Favorit untuk Libur Lebaran, dari Pantai hingga Taman Hiburan
Menurut keterangan masyarakat setempat, pondasi dan lantai masjid dibuat dari campuran semen dan batu.
Bagian lantai kemudian dilapisi tegel atau ubin bermotif arsitektur Eropa yang pada masa itu didatangkan dari Belanda.
Ruang utama masjid berbentuk bujur sangkar dengan ukuran sekitar 19 x 19 meter.
Tinggi bangunan hingga puncaknya mencapai sekitar 15,50 meter sehingga tampak cukup megah untuk ukuran masjid pada masa pembangunannya.
Bangunan utama ditopang oleh sejumlah tiang penyangga yang memiliki fungsi penting dalam struktur masjid.
Empat tiang utama atau saka guru berdiri di bagian tengah dengan bentuk penampang segi empat dan tinggi sekitar 11,15 meter.
Di sekelilingnya terdapat dua belas tiang pembantu dengan tinggi sekitar 8 meter.
Selain itu, terdapat pula sekitar lima puluh tiang tambahan yang menjadi deretan penyangga paling bawah sekaligus sebagai penopang konstruksi papan dinding serta pintu-pintu masjid.
Baca Juga: Kabar Baik Guru PPPK Paruh Waktu! Dana BOSP 2026 Bisa Jadi Tambahan Gaji, Ini Penjelasan Lengkapnya
Menariknya, Masjid Kasimuddin tidak memiliki jendela seperti bangunan masjid pada umumnya.
Sebagai gantinya, masjid ini memiliki sebelas pintu yang mengelilingi bangunan dan berfungsi sebagai akses keluar masuk sekaligus sirkulasi udara.
Bagian ruang pengimaman atau mihrab memiliki bentuk yang cukup unik dibandingkan bangunan utama.
Ruangan ini berukuran sekitar 3,60 x 2,80 meter dan berbentuk segi lima.
Baca Juga: Pendaftaran O2SN 2026 Resmi Dibuka, Ini Jadwal dan Cabang Olahraga Jenjang Pendidikan Khusus
Dinding bagian bawah ruangan tersebut setinggi sekitar satu meter dibuat dari ubin bermotif dengan warna hijau dan kuning.
Sementara bagian atasnya menggunakan papan kayu ulin yang menjadi ciri khas bangunan masjid ini.
Pada bagian depan mihrab dipasang kaca bening berwarna putih serta kaca berwarna hijau di bagian atas yang mengelilingi ruangan.
Kaca-kaca tersebut berfungsi sebagai sumber pencahayaan alami bagi ruang dalam masjid.
Di dalam ruang pengimaman terdapat enam tiang penyangga yang menopang atap bangunan tersebut.
Bentuk atapnya berbeda dengan atap utama masjid karena hanya memiliki satu tingkat dan lebih rendah dari bangunan induk.
Atap mihrab berbentuk segi delapan dengan bagian puncak yang semakin mengecil dan meruncing.
Pada ujungnya terdapat mahkota yang dibuat dari ukiran kayu yang menambah nilai artistik pada bangunan ini.
Masjid Kasimuddin sendiri dibangun pada masa pemerintahan Sultan Maulana Muhammad Kasimuddin yang memerintah Kerajaan Bulungan pada periode 1901 hingga 1925.
Setelah wafat, Sultan Kasimuddin dimakamkan di halaman masjid bagian barat.
Di sekitar makam tersebut juga terdapat makam keluarga kerajaan Bulungan yang menambah nilai sejarah kawasan masjid ini.
Seiring perjalanan waktu, bangunan masjid pernah mengalami proses pemugaran untuk menjaga kelestariannya.
Baca Juga: Drone Hantam Tangki Bahan Bakar Bandara Internasional Dubai UEA, Penerbangan Ditangguhkan
Pemugaran dilakukan melalui Proyek Pelestarian dan Pemanfaatan Peninggalan Sejarah dan Purbakala Kalimantan Timur pada tahun anggaran 1992 hingga 1994.
Upaya tersebut dilakukan agar bangunan masjid tetap terawat sekaligus menjaga warisan sejarah yang memiliki nilai penting bagi masyarakat Bulungan.
Masjid Kasimuddin bukan hanya tempat masyarakat menunaikan Salat, tetapi juga menjadi saksi perjalanan sejarah panjang Kesultanan Bulungan.
Dari tiang-tiang kayu ulin yang kokoh hingga makam raja yang berada di halaman masjid, semuanya seolah mengingatkan bahwa warisan sejarah dan keimanan selalu berjalan berdampingan dalam perjalanan sebuah bangsa.***

