POJOKSATU.id - Masjid Jami Syekh Abdul Hamid Abulung yang terletak di Jalan Martapura Lama, Desa Sungai Batang, Martapura Barat, menjadi salah satu bangunan bersejarah yang memiliki nilai penting bagi masyarakat Kabupaten Banjar.

Masjid yang diperkirakan telah berdiri sekitar 90 tahun ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi bagian dari jejak perkembangan Islam di daerah tersebut.

Bangunan masjid memiliki beberapa bagian ruang, yaitu ruang utama masjid serta ruang pengimaman yang meliputi mihrab dan bagian serambi.

Secara arsitektur, masjid ini memiliki bentuk atap tumpang tiga yang menjadi ciri khas bangunan masjid tradisional di Nusantara.

Baca Juga: KKP Hentikan Pemanfaatan Ruang Laut Tak Berizin Seluas 30 Ha di Gresik

Pada bagian puncaknya terdapat hiasan kemuncak yang memberikan nilai estetika sekaligus makna filosofis bagi bangunan tersebut.

Struktur bangunan masjid juga ditopang oleh empat tiang utama atau soko guru yang menjadi penyangga utama konstruksi.

Selain itu, terdapat 16 tiang lainnya yang membuat ruang masjid terasa lebih luas sehingga mampu menampung jamaah dalam jumlah cukup besar.

Bentuk atap tumpang tiga pada masjid ini sering dimaknai sebagai simbol filosofi dalam ajaran Islam.

Baca Juga: Otak Maextro

Sebagian penafsiran menyebutkan bahwa bentuk tersebut melambangkan tahapan spiritual dalam Islam, yaitu syariat, tarikat, hakikat, dan makrifat.

Gaya arsitektur masjid ini juga mencerminkan bentuk bangunan kuno yang kini semakin jarang ditemukan.

Karena nilai sejarah dan filosofinya yang tinggi, bangunan ini dinilai memiliki arti penting dalam perkembangan budaya dan religi di daerah Banjar.

Masjid Jami Syekh Abdul Hamid Abulung kemudian ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Bupati Banjar pada tahun 2021.

Baca Juga: Kasus Mengejutkan di Polda NTT! Dirresnarkoba Dicopot Usai Diduga Peras Tersangka hingga Rp375 Juta

Hingga saat ini kondisi masjid terbilang cukup terawat. Perawatan bangunan dilakukan oleh juru pelihara dari Balai Pelestarian Cagar Budaya serta didukung oleh partisipasi masyarakat sekitar.

Selain menjadi bangunan bersejarah, masjid ini juga masih aktif digunakan oleh masyarakat untuk berbagai kegiatan ibadah seperti Salat berjamaah, Salat Jumat, serta peringatan hari-hari besar keagamaan.

Seiring meningkatnya jumlah jamaah, pada bagian serambi depan masjid kini juga dilengkapi dengan tenda kanopi.

Penambahan fasilitas ini bertujuan untuk menampung jamaah agar tetap nyaman saat mengikuti kegiatan ibadah.

Baca Juga: 15 Tempat Wisata Lembang Bandung yang Seru dan Murah untuk Liburan Keluarga

Keberadaan Masjid Jami Syekh Abdul Hamid Abulung menjadi bukti bahwa warisan sejarah dan budaya Islam di daerah Banjar masih terjaga hingga saat ini.

Masjid ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga simbol penting perjalanan sejarah dan identitas masyarakat setempat.***