POJOKSATU.id - Masjid Islamic Center Samarinda atau yang memiliki nama resmi Masjid Baitul Muttaqien merupakan salah satu rumah ibadah terbesar di Indonesia.
Berdiri gagah di tepian Sungai Mahakam, masjid ini menjadi ikon wisata religi sekaligus kebanggaan masyarakat Kota Samarinda, Kalimantan Timur.
Secara administratif, masjid ini berlokasi di Jalan Slamet Riyadi No. 1, Teluk Lerong Ulu, Sungai Kunjang, Samarinda.
Kehadirannya bukan hanya menawarkan kemegahan arsitektur, tetapi juga panorama indah aliran Sungai Mahakam yang mempercantik tampilan bangunan, terutama saat senja mulai turun.
Dibangun sebagai Pusat Kegiatan Islam Terpadu
Pembangunan masjid ini berawal dari gagasan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk menghadirkan pusat kegiatan Islam terpadu.
Fungsinya tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sarana pendidikan dan aktivitas sosial kemasyarakatan.
Pencanangan pembangunannya dilakukan pada tahun 2000 oleh Presiden RI saat itu, Abdurrahman Wahid.
Peletakan batu pertama kemudian dilakukan pada 5 Juli 2001 oleh Megawati Soekarnoputri.
Setelah melalui proses pembangunan bertahun-tahun, masjid ini diresmikan pada 16 Juni 2008 oleh Susilo Bambang Yudhoyono.
Perpaduan Timur Tengah dan Turki
Gaya arsitektur masjid ini mengadopsi langgam Timur Tengah dan Turki.
Kubah utamanya terinspirasi dari Hagia Sophia di Turki, sementara desain menaranya mengambil inspirasi dari Masjid Nabawi di Madinah.
Sentuhan gerbang tinggi khas Eropa kuno turut memperkaya karakter visual bangunan.
Masjid ini berdiri di atas lahan seluas 120.000 meter persegi, dengan luas bangunan utama sekitar 43.500 meter persegi.
Daya tampungnya mencapai 40.000 hingga 45.000 jemaah. Terdapat pula bangunan penunjang seluas 7.115 meter persegi.
Struktur bangunannya terdiri dari lantai basemen seluas 10.235 meter persegi, lantai dasar 10.270 meter persegi, lantai utama 8.185 meter persegi, serta area balkon sekitar 5.290 meter persegi.
Simbol 99 Asmaulhusna dan Rukun Iman
Dari kejauhan, tujuh menara masjid ini tampak menjulang mempertegas kemegahannya.
Menara utama setinggi 99 meter melambangkan 99 Asmaulhusna. Menara tersebut terdiri dari 15 lantai dengan rata-rata tinggi 6 meter per lantai.
Jumlah anak tangga menuju lantai utama sebanyak 33 buah, melambangkan sepertiga hitungan tasbih.
Sementara enam menara lainnya terdiri dari empat menara setinggi 70 meter di setiap sudut dan dua menara setinggi 57 meter di pintu gerbang, yang melambangkan enam Rukun Iman.
Interior Megah dan Fasilitas Modern
Memasuki area dalam, pengunjung akan disambut serambi luas dengan sebuah beduk raksasa sebagai pusat perhatian.
Lampu gantung kristal serta lampu dinding berhias kaligrafi Arab menambah kesan elegan.
Ruang utama salat menghadirkan nuansa megah namun tetap menyejukkan.
Lantai granit berwarna krem muda berpadu harmonis dengan dinding mihrab berwarna gelap.
Plafon mengikuti bentuk kubah dengan ornamen geometris motif bintang, diperindah lampu gantung kuningan yang mengelilingi kubah.
Masjid ini juga dilengkapi fasilitas modern seperti lift, elevator, serta jalur khusus bagi penyandang disabilitas, sehingga memberikan kenyamanan bagi seluruh jemaah.
Keberadaan Masjid Islamic Center Samarinda bukan sekadar tentang ukuran dan kemegahan, tetapi juga menjadi simbol peradaban, kebersamaan, serta kebanggaan masyarakat Kalimantan Timur.
Di tepian Sungai Mahakam, masjid ini berdiri bukan hanya sebagai bangunan megah, melainkan sebagai penanda kuat identitas dan spiritualitas umat.***

