POJOKSATU.id - Masjid As-Suada atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai Masjid As-Suada Baangkat merupakan salah satu masjid tua bersejarah di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan.

Masjid ini berada di Desa Wasah Hilir, Kecamatan Simpur. Keberadaannya tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi bagian penting dari sejarah perkembangan Islam di wilayah tersebut.

Masjid As-Suada Baangkat didirikan pada 28 Dzulhijjah 1328 Hijriah yang bertepatan dengan tahun 1908 Masehi.

Baca Juga: Banser Geruduk Gedung KPK Saat Gus Yaqut Diperiksa Terkait Kuota Haji, Orator Ancam Kerahkan 7 Juta Kader

Pembangunannya berdiri di atas tanah wakaf seluas sekitar 1.047 meter persegi.

Pendirian masjid ini diprakarsai oleh dua tokoh ulama yang berperan besar dalam penyebaran dakwah Islam di daerah tersebut.

Kedua tokoh tersebut adalah Syekh Haji Abbas dan Syekh Haji Muhammad Said.

Syekh Haji Abbas diketahui berasal dari Desa Dalam Pagar, Martapura, Kabupaten Banjar.

Baca Juga: Peserta PPG Disarankan Selesaikan Modul Ajar Sebelum Rekam Video UKIN agar Persiapan Unggah Dokumen Lebih Tenang

Sementara Syekh Haji Muhammad Said berasal dari Kampung Amawang di wilayah Kandangan.

Kedua ulama tersebut memiliki peran penting dalam membangun kehidupan keagamaan masyarakat setempat.

Melalui masjid ini, mereka mengembangkan berbagai kegiatan dakwah dan pendidikan Islam bagi masyarakat sekitar.

Masjid ini kemudian lebih dikenal masyarakat dengan sebutan Masjid Baangkat.

Baca Juga: Sinopsis Film 'Senin Harga Naik', Drama Keluarga Mengharukan yang Tayang Lebaran 2026

Nama tersebut muncul karena bentuk bangunannya yang unik, yakni berdiri di atas tiang-tiang kayu seperti rumah panggung.

Lantai masjid ditopang oleh tongkat-tongkat kayu ulin yang kuat sehingga bangunan tampak seperti terangkat dari tanah.

Ciri khas inilah yang kemudian melahirkan sebutan Baangkat oleh masyarakat setempat.

Dari sisi arsitektur, bangunan masjid memperlihatkan pengaruh kuat rumah tradisional Kalimantan Selatan.

Baca Juga: Perlu Disimak Lagi, Perbedaan Jalur SNBP dan SNBT 2026: Metode Seleksi, Syarat, dan Tahapan Pendaftaran

Konsep rumah panggung digunakan untuk menyesuaikan kondisi lingkungan serta menjaga bangunan tetap kokoh.

Nama As-Suada sendiri memiliki makna yang cukup menarik. Kata tersebut diambil dari nama Sa’id, yang merujuk pada salah satu tokoh pelopor pembangunan masjid ini.

Dalam bahasa Arab, kata Sa’id memiliki arti “beruntung”. Nama tersebut kemudian diabadikan sebagai identitas masjid yang hingga kini tetap dikenal oleh masyarakat.

Selain menjadi tempat ibadah, Masjid As-Suada Baangkat juga memiliki nilai sejarah dalam perjuangan masyarakat setempat.

Baca Juga: Mulai Tahun Ajaran 2026–2027, Siswa di Bekasi Dilarang Bawa Motor ke Sekolah, Pemkot Siapkan Aturan Baru

Masjid ini disebut pernah menjadi bagian dari cerita perlawanan rakyat Hulu Sungai Selatan terhadap penjajahan Belanda.

Seiring perjalanan waktu, masjid ini juga menjadi pusat berbagai aktivitas sosial dan keagamaan masyarakat di Desa Wasah Hilir.

Beragam kegiatan rutin dilaksanakan di masjid ini, seperti majelis taklim, musyawarah masyarakat, hingga kegiatan peringatan hari besar Islam.

Selain itu, masyarakat juga secara rutin menggelar kegiatan haul untuk mengenang jasa para pendiri masjid.

Baca Juga: Mulai Tahun Ajaran 2026–2027, Siswa di Bekasi Dilarang Bawa Motor ke Sekolah, Pemkot Siapkan Aturan Baru

Tradisi tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga hubungan spiritual dengan para tokoh ulama yang berjasa dalam pembangunan masjid.

Peran masyarakat sekitar juga sangat besar dalam menjaga kelestarian masjid bersejarah ini. Mereka secara gotong royong menjaga kebersihan, keindahan, serta kenyamanan lingkungan masjid.

Tidak hanya menjaga bangunan fisiknya, masyarakat juga berupaya mempertahankan tradisi dan aktivitas keagamaan yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Upaya regenerasi juga terus dilakukan agar generasi muda tetap terlibat dalam berbagai kegiatan keagamaan yang berlangsung di masjid tersebut.

Baca Juga: Ramadan Penuh Berkah, Mitra Grab Bagikan 830 Takjil Gratis untuk Pengemudi dan Warga di Medan.

Sebagai masjid tua yang berdiri lebih dari satu abad, Masjid As-Suada Baangkat bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga warisan sejarah dan budaya masyarakat Hulu Sungai Selatan.

Keberadaannya menjadi bukti kuat perjalanan dakwah Islam sekaligus semangat kebersamaan masyarakat dalam menjaga warisan leluhur.***