POJOKSATU.id - Masjid Ziyadatul Abrar atau yang lebih dikenal sebagai Masjid Apung Ziyadatul Abrar menjadi salah satu ikon religi sekaligus destinasi wisata baru di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.
Masjid ini berdiri di kawasan Pantai Siring Pagatan, Kecamatan Kusan Hilir, dan tampil mencolok karena dibangun di atas permukaan laut.
Keberadaan masjid ini bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan antara dunia industri dan masyarakat.
Pembangunan Masjid Ziyadatul Abrar merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR dari PT Borneo Indobara yang dipersembahkan untuk masyarakat Kabupaten Tanah Bumbu.
Setelah selesai dibangun, masjid ini kemudian diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu untuk dikelola dan dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan keagamaan.
Harapannya, masjid ini dapat menjadi tempat ibadah yang nyaman sekaligus memperkuat syiar Islam di daerah tersebut.
Selain fungsi religius, masjid ini juga diharapkan menjadi magnet wisata religi yang mampu menarik perhatian masyarakat dan wisatawan yang datang ke Tanah Bumbu.
2019 Dibangun, Diresmikan 2023
Pembangunan Masjid Ziyadatul Abrar diinisiasi oleh COO PT Borneo Indobara, R Utoro, sebagai bagian dari kontribusi perusahaan terhadap pembangunan daerah.
Baca Juga: Mirip Bis Kita tapi Beda Konsep, Ini Fakta Metro Jabar Trans yang Perlu Kamu Tahu
Perencanaan konsep dan desain masjid dimulai pada Desember 2018 oleh tim teknis internal Divisi Project Engineering & Business Improvement PT Borneo Indobara yang berkolaborasi dengan konsultan struktur independen PT Hesa Laras Cemerlang.
Proses pembangunan kemudian dimulai pada Desember 2019.
Tahapan awal meliputi penentuan lokasi pembangunan yang sempat mengalami beberapa perubahan sebelum akhirnya diputuskan berada di lokasi saat ini di kawasan Pantai Siring Pagatan.
Tahapan pertama juga mencakup pekerjaan pemancangan piling di laut serta pembangunan struktur bawah masjid.
Namun pembangunan sempat terhenti sekitar satu tahun akibat pandemi Covid-19.
Pembangunan kemudian dilanjutkan kembali pada Juni 2022 dengan fokus pada konstruksi bangunan arsitektur dan struktur bagian atas masjid.
Seluruh proses pembangunan dilaksanakan oleh kontraktor PT Lintech Duta Pratama.
Masjid ini akhirnya diresmikan pada 26 November 2023 oleh Bupati Tanah Bumbu periode 2021–2024, dr H M Zairullah Azhar.
Baca Juga: Perlu atau Tidak? Memberi THR ke Pacar Jadi Perdebatan Tiap Lebaran
Proses pembangunannya sendiri dimulai sejak masa kepemimpinan Bupati Tanah Bumbu periode 2018–2021, H Sudian Noor.
Arsitektur Unik di Atas Laut
Masjid Ziyadatul Abrar dibangun di atas laut dengan jarak sekitar 115 meter dari tepi jalan provinsi menuju bangunan utama di tengah perairan.
Bangunan masjid memiliki total luas sekitar 1.898 meter persegi dan terdiri dari dua lantai.
Lantai atas seluas sekitar 804 meter persegi digunakan sebagai ruang utama untuk Salat berjamaah, sementara lantai bawah seluas 1.094 meter persegi difungsikan sebagai ruang serbaguna serta area pendukung lainnya.
Baca Juga: H-6 Lebaran, Penumpang Kereta di Jabar Melonjak hingga 130 Persen
Secara visual, masjid ini dilengkapi satu kubah besar utama serta empat kubah kecil yang berada di atas menara.
Desain arsitekturnya memadukan gaya Utsmaniyah modern dengan identitas lokal Kabupaten Tanah Bumbu.
Filosofi Arsitektur yang Sarat Makna
Bentuk arsitektur Masjid Ziyadatul Abrar terinspirasi dari logo resmi Kabupaten Tanah Bumbu sebagaimana tercantum dalam Perda Nomor 26 Tahun 2005.
Salah satu elemen penting adalah simbol bintang emas yang diwujudkan melalui bentuk atap di bawah empat kubah menara masjid.
Simbol ini melambangkan Ketuhanan Yang Maha Esa sekaligus menggambarkan karakter masyarakat Tanah Bumbu yang religius.
Fasad bangunan masjid juga mengambil inspirasi dari simbol padi dan kapas yang diwujudkan melalui kolom serta dinding krawangan melengkung dengan dominasi warna emas, hijau, dan putih.
Baca Juga: Bawaan Mudik Berat? Porter Stasiun Siap Membantu, Jangan Lupa Sisihkan Rezeki
Elemen ini melambangkan kesuburan tanah dan kekayaan sumber daya alam daerah tersebut.
Selain itu terdapat bentuk atap gazebo di sisi selatan yang menyerupai gunung.
Bentuk ini melambangkan kekayaan alam yang melimpah serta harapan akan kemakmuran di masa depan.
Sementara pada bagian menara terdapat struktur layar baja yang menyerupai perahu layar tradisional atau phinisi.
Bentuk ini menggambarkan identitas masyarakat pesisir serta sejarah awal wilayah Kabupaten Tanah Bumbu yang terdiri dari lima kecamatan.
Baca Juga: Sumber Iran Konfirmasi Tewasnya Ali Larijani, PM Israel Netanyahu Juga Langsung Buka Suara
Makna lainnya juga tercermin dari slogan daerah yaitu BERSUJUD yang merupakan singkatan dari Bersih, Syukur, Jujur, dan Damai.
Filosofi ini sangat erat dengan fungsi masjid sebagai tempat bersujud kepada Allah.
Nama Ziyadatul Abrar sendiri memiliki arti bertambahnya kebaikan.
Nama tersebut diharapkan membawa keberkahan serta meningkatkan kualitas ibadah masyarakat di Kabupaten Tanah Bumbu.
Masjid Apung Ziyadatul Abrar bukan sekadar bangunan megah di atas laut. Ia menjadi simbol harapan, kebersamaan, dan spiritualitas masyarakat Tanah Bumbu.
Di tengah deburan ombak Pantai Pagatan, masjid ini seakan mengingatkan bahwa setiap langkah pembangunan seharusnya selalu berpijak pada nilai keimanan dan kebaikan yang terus bertambah.***

