POJOKSATU.id - Di tengah hiruk-pikuk kota Palembang, berdiri megah Masjid Agung Palembang, masjid terbesar dan tertua di Sumatera Selatan yang menjadi saksi bisu perjalanan sejarah Islam di Bumi Sriwijaya.

Dibangun pada abad ke-18 oleh Sultan Mahmud Badaruddin I, masjid ini bukan sekadar tempat ibadah, tapi juga simbol kejayaan Kesultanan Palembang Darussalam.

Keunikan arsitekturnya menjadi daya tarik tersendiri. Kubah yang menjulang, sentuhan ornamen khas Melayu yang dipadukan dengan gaya Cina dan Eropa, menjadikan Masjid Agung Palembang berbeda dari masjid lainnya di Indonesia.

Sentuhan akulturasi budaya ini mencerminkan toleransi dan keterbukaan Palembang masa lalu terhadap pengaruh luar, tanpa kehilangan identitas Islamnya.

Tak hanya dari segi arsitektur, nilai spiritual masjid ini juga sangat kental.

Baca Juga: Sampaikan Duka atas Wafatnya Ayatollah Ali Khamenei, Megawati Kirim Surat Resmi ke Kedubes Iran

Terletak di pusat kota, masjid ini menjadi pusat kegiatan keagamaan yang hidup, mulai dari Salat berjamaah, pengajian rutin, hingga peringatan hari besar Islam yang melibatkan masyarakat dari berbagai penjuru.

Area sekitar masjid juga dirancang untuk mendukung kenyamanan jamaah dan pengunjung.

Di bulan Ramadan, masjid ini dipadati jemaah yang hadir untuk berbuka puasa bersama dan tarawih berjamaah.

Suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan menjadi ciri khas aktivitas di Masjid Agung ini.

Bagi wisatawan, mengunjungi Masjid Agung Palembang bukan hanya soal religi, tapi juga tentang menelusuri sejarah panjang kota ini.

Tidak sedikit pelancong domestik maupun mancanegara yang menyempatkan waktu singgah ke masjid ini untuk menikmati keindahan arsitekturnya dan merasakan ketenangan spiritualnya.

Baca Juga: Selat Hormuz Ditutup Iran, Dua Kapal Pertamina Tertahan, Pemerintah Jamin Pasokan Minyak Tetap Aman

Dengan segala kekayaan nilai budaya dan religiusnya, Masjid Agung Palembang tak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan, tetapi juga permata berharga dalam peta warisan Islam Indonesia.

Di tengah perkembangan zaman, masjid ini tetap berdiri anggun, seolah mengingatkan kita bahwa iman, sejarah, dan budaya adalah pondasi yang tak boleh dilupakan.

Sebuah tempat yang tak hanya mengundang untuk bersujud, tetapi juga untuk merenung dan bersyukur.***