POJOKSATU.id - Pemerintah Indonesia mengumumkan penerima Anugerah Gelar Pahlawan Nasional tahun 2023. Enam tokoh dipilih berdasarkan kontribusi mereka yang luar biasa terhadap bangsa dalam menghadapi kolonialisme dan memperjuangkan kemerdekaan serta identitas nasional Indonesia.
Penghargaan ini diberikan berdasarkan surat Sekretaris Militer Presiden Nomor: R-09/KSN/SM/GT.02.00/11/2023, yang mengusulkan enam tokoh untuk mendapatkan gelar tertinggi sebagai Pahlawan Nasional.
Pengakuan ini merupakan penghargaan atas perjuangan dan pengorbanan mereka untuk membangun serta mempertahankan negeri.
Baca Juga: DOWNLOAD Logo dan Pedoman Peringatan HARI PAHLAWAN 2024, Panduan Penggunaan dan Makna, Link Lengkap
Berikut keenam tokoh yang menerima gelar Pahlawan Nasional 2023:
1. Ida Dewa Agung Jambe dari Bali
Sebagai Raja Klungkung ke-2, Ida Dewa Agung Jambe dikenal atas kepemimpinannya selama Perang Puputan Klungkung pada 21 April 1908.
Perang ini menjadi simbol perlawanan rakyat Bali terhadap kolonialisme Belanda. Pemulangan keris pusaka Kerajaan Klungkung yang dirampas oleh Belanda menjadi simbol penghormatan atas keberanian dan pengorbanan Agung Jambe.
2. Bantaha Santiago dari Sulawesi Utara
Raja Manganitu ini memimpin perlawanan melawan VOC dengan bersekutu bersama raja-raja lokal di Sangihe. Walaupun perjuangannya berakhir tragis dengan eksekusi oleh Belanda, semangatnya tetap hidup sebagai simbol perlawanan terhadap penjajahan.
Baca Juga: Abadi dalam Syair, Ini 5 Contoh Puisi yang Bertema Hari Pahlawan 10 November
3. Almarhum M. Tabrani dari Jawa Timur
M. Tabrani, jurnalis pejuang asal Pamekasan, Madura, memiliki peran penting dalam mempopulerkan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.
Aktivitas jurnalistiknya berlanjut setelah kemerdekaan Indonesia, mengukir namanya dalam sejarah sebagai pemimpin redaksi Harian Merdeka yang didirikan oleh Presiden Soekarno.
4. Ratu Kaliyamat dari Jawa Tengah
Sebagai putri Sultan Trenggana, Ratu Kalinyamat menunjukkan keberanian dalam melawan Portugis sekaligus dedikasinya pada pendidikan dan kepemimpinan.
Ia memimpin pasukan pada beberapa kesempatan: tahun 1551 ke Malaka, tahun 1564-1565 membela Hitu, tahun 1568 ke Malaka, dan terakhir tahun 1574 kembali mengirim pasukan ke Malaka.
Ratu Kalinyamat juga dipercaya mendidik Pangeran Arya atau Pangeran Jepara, yang kelak menggantikannya menjadi penguasa Jepara.
5. KH. Abdul Chalim dari Jawa Barat
KH Abdul Chalim Leuwimunding berperan dalam memobilisasi Laskar Hizbullah di Majalengka dan Cirebon serta aktif dalam bidang pendidikan dan ekonomi.
Pemikiran politiknya memberikan sumbangsih besar dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.
6. KH Ahmad Dhana dari Lampung
Dikenal dengan perannya dalam mengusir penjajah dan memajukan masyarakat Lampung, KH Ahmad Hanafiah juga memberikan kontribusi luas dalam konteks religius dan sosial.
Penganugerahan gelar Pahlawan Nasional 2023 akan berlangsung pada upacara kenegaraan dalam peringatan Hari Pahlawan 10 November.
Pemberian gelar ini menjadi salah satu cara bangsa Indonesia untuk mengenang dan menghargai jasa para pahlawan yang telah mengorbankan segalanya demi kemerdekaan dan kesejahteraan negeri ini. ***
#Ikuti aplikasi berita [Pojok Satu] di Play Store dan App Store: [Android] dan [iOS] untuk mendapatkan informasi terbaru.

