POJOKSATU.id, JAKARTA-- Kedekatannya dengan Presiden Soeharto membuatnya dapat menjabat di berbagai jabatan penting yang strategis.

Sudomo merupakan satu-satunya perwira tinggi Angkatan Laut yang memiliki sejumlah jabatan strategis sepanjang periode Orde Baru.

Mulai dari Kepala Staf Angkatan Laut, Panglima Kopkamtib, Wakil Panglima ABRI, Menteri Perburuhan, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, hingga Ketua Dewan Pertimbangan Agung.

Sebelumnya, sebagai seorang perwira Angkatan Laut, Sudomo memimpin berbagai operasi, termasuk operasi yang melibatkan kapal Motor Torpedo Boat untuk menyusupkan pasukan darat ke Irian Barat pada tahun 1962.

Baca Juga: Perbandingan Sheet Mask Terpopuler, Mana yang Cocok untuk Kulit Berhargamu?

Setelah peristiwa tersebut, Sudomo dipindahkan ke Makassar untuk mendukung operasi Mandala di wilayah tersebut.

Laksamana Sudomo lahir di Malang, pada tanggal 20 September 1926.

Sudomo meninggal dunia pada 18 April 2012, karena pendarahan di otak. Setelah itu, jenazahnya dimakamkan di TMP Kalibata.

Baca Juga: Rilis Film Pendek Jaga Raya, Indosat Ooredoo Hutchison Ajak Masyarakat Kampanye Tanam Oksigen

Laksamana Sudomo adalah seorang petinggi militer yang terkenal di masanya karena jabatannya sebagai Wakil Panglima ABRI dan Pangkopkamtib.

Sudomo memutuskan untuk kembali memeluk Islam pada 1997. Saat itu, ia menjabat sebagai ketua Dewan Pertimbangan Agung (DPA).

Laksamana Sudomo menegaskan keputusannya kembali kepada ajaran Islam sama sekali tak bertujuan politik.***