POJOKSATU.id — Suatu hari, Uzair memasuki kebunnya yang subur dengan pepohonan kurma yang menjulang.

Saat menikmati keindahan alam yang mengelilinginya, hatinya dipenuhi kekaguman atas keajaiban ciptaan Allah.

Dengan membawa sekeranjang buah-buahan, ia menaiki keledainya dan melanjutkan perjalanan. Namun, di tengah perjalanan, ia tersesat hingga tiba di sebuah desa asing yang tak dikenalnya.

Sesampainya di tempat itu, ia menyaksikan kehancuran luar biasa.

Desa itu baru saja mengalami serangan dahsyat, rumah-rumah hancur, dan jasad-jasad bergelimpangan dalam keadaan membusuk. Uzair turun dari keledainya dan mengikat hewan tersebut di dekat reruntuhan.

Dengan kelelahan, ia bersandar pada dinding yang telah roboh, merenungkan pemandangan memilukan di hadapannya.

Baca Juga: Kisah Al Khansa, Penyair Tangguh yang Korbankan Empat Putranya BERJIHAD, Pertempuran Paling Epik Dipimpin Khalifah Umar bin Khattab, BUKAN ADEGAN FILM

Dalam lamunannya, terlintas pertanyaan dalam benaknya, "Bagaimana mungkin Allah menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati ini?"

Ia terus berpikir hingga akhirnya rasa kantuk menguasainya, lalu ia tertidur lelap. Namun, tidurnya kali ini bukanlah tidur biasa—ia tertidur selama seratus tahun tanpa terbangun.

Selama ia tertidur, desa itu telah mengalami perubahan besar.

Bangunan-bangunan baru berdiri menggantikan reruntuhan lama, penduduk baru menghuni wilayah itu, dan dunia terus berputar.

Sementara itu, tubuh Uzair hancur seiring waktu—dagingnya luruh, tulangnya lapuk, hanya menyisakan sisa-sisa jasadnya yang tak bernyawa.

Namun, dengan kekuasaan-Nya, Allah menghidupkan kembali Uzair.

Dagingnya dipulihkan, tulangnya disatukan, dan ruhnya kembali ke dalam tubuhnya.

Baca Juga: Kisah Gubernur yang DOYAN NYAWER dan FLEXING, Bertemu Seorang WANITA BIASA, Kalimatnya MENOHOK dan Bikin Pejabat Ini TERSADAR

Uzair pun terbangun seolah-olah baru saja tidur sebentar. Ia segera mencari keledainya dan buah-buahannya, tetapi mendapati keledainya telah hancur menjadi tulang belulang.

Tak lama kemudian, malaikat turun menghampirinya dan bertanya, "Wahai Uzair, tahukah engkau berapa lama engkau tertidur?"

Uzair menjawab, "Mungkin sehari atau setengah hari."

Malaikat itu pun menjelaskan, "Engkau telah tertidur selama seratus tahun.

Lihatlah makananmu yang tetap utuh, sedangkan keledaimu telah hancur menjadi debu. Perhatikan bagaimana Allah akan menghidupkannya kembali!"

Uzair menyaksikan keajaiban di depan matanya.

Perlahan, tulang-belulang keledainya tersusun kembali, dagingnya tumbuh, hingga akhirnya ia kembali hidup seperti sediakala.

Saat itulah, Uzair berkata dengan penuh keyakinan, "Sekarang aku benar-benar tahu bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."

Baca Juga: Kisah Pemuda yang Tak Jadi Mencuri Terong Meskipun Kelaparan, Qodarullah Malah Dinikahkan dengan Wanita Cantik, Terkejut Ketika Tahu Rumahnya

Dengan penuh keheranan, Uzair menunggangi keledainya dan kembali ke rumahnya.

Namun, ketika tiba di tempat yang dulu ia kenali, semuanya telah berubah.

Rumahnya telah lapuk dan hampir roboh. Di depan rumah itu, ia melihat seorang wanita tua. Ia bertanya, "Apakah ini rumah Uzair?"

Wanita tua itu menjawab, "Ya, dulunya ini adalah rumah Uzair. Namun, Uzair telah lama tiada. Tak ada lagi yang mengingatnya, kecuali aku."

Uzair berkata, "Akulah Uzair! Aku telah diwafatkan oleh Allah selama seratus tahun, dan kini aku dihidupkan kembali."

Baca Juga: Kisah PENGEMIS BUTA Yahudi di Pasar Madinah yang DISUAPI Rasulullah Tiap Hari, Selalu MEMBENCI dan MEMFITNAH Meski Nabi Wafat, Begini Akhirnya ...

Wanita tua itu terkejut dan hampir tak percaya.

"Uzair adalah orang alim yang doanya selalu dikabulkan. Jika engkau benar-benar Uzair, doakanlah agar mataku yang buta ini dapat melihat kembali."

Uzair pun berdoa kepada Allah, dan seketika itu juga, mata wanita tua tersebut kembali melihat.

Ia menatap Uzair dengan jelas dan berkata, "Benar! Engkau memang Uzair!"

Dengan penuh kegembiraan, ia membawa Uzair menemui penduduk desa.

Kabar kepulangan Uzair menyebar luas, mengundang berbagai reaksi.

Sebagian percaya, tetapi ada juga yang meragukannya.

Untuk membuktikan identitasnya, seorang pria datang dan berkata, "Ayahku, Uzair, memiliki tanda di punggungnya. Jika benar engkau Uzair, perlihatkan tanda itu." Uzair pun menunjukkan tanda tersebut, dan mereka pun percaya.

Baca Juga: Kisah Sahabat Rasulullah MENAHAN LAPAR Demi Menghormati Tamu, Membuat Allah Takjub Kepadanya

Namun, beberapa orang masih menginginkan bukti lain.

Mereka berkata, "Sejak bangsa kita dihancurkan oleh Nebukadnezar dan kitab Taurat dibakar, hanya Uzair yang menghafalnya di luar kepala. Jika engkau benar Uzair, bacakanlah isi Taurat tanpa kesalahan."

Uzair pun melantunkan ayat-ayat Taurat dengan lancar, tanpa satu pun kesalahan.

Setelah mendengar hal itu, mereka yakin bahwa dialah Uzair yang telah dihidupkan kembali oleh Allah.

Orang-orang menghormatinya, mencium tangannya, dan meminta bimbingannya. Namun, sayangnya, sebagian orang Yahudi yang bodoh mengangkat Uzair sebagai anak Tuhan.

Baca Juga: Kisah Lelaki Soleh dan Taat yang DIJEBAK, Goyah Saat Diberikan Tiga Pilihan, HILANG AKAL Gara gara Sebotol Minuman

Maha Suci Allah dari segala tuduhan! Allah tidak memiliki anak, dan segala sesuatu yang ada di alam semesta adalah ciptaan-Nya.

Kisah Uzair menjadi pelajaran berharga tentang kekuasaan Allah dalam membangkitkan yang telah mati.

Tidak ada yang mustahil bagi-Nya, dan manusia seharusnya tidak meragukan kebesaran-Nya.

Jika masih ada yang meragukan, cukup renungkan ayat-ayat Al-Qur’an, karena keraguan semacam itu hanyalah bisikan setan. Allah telah menganugerahkan akal kepada manusia, maka gunakanlah untuk berpikir dan memahami tanda-tanda kebesaran-Nya. ***