POJOKSATU.id - Banyak kisah di balik telaga bersejarah di Madinah yang ada kaitannya dengan Rasulullah SAW dan para sahabat.
Telaga bersejarah di Madinah ada yang masih berwujud, namun disayangkan pula pula ada banyak telaga yang telah menghilang jejaknya karena pembangunan.
Berbagai kisah telaga bersejarah di Madinah menjadi bagian dari jejak perjalanan Nabi Muhammad SAW.
Selain digunakan sebagai tempat berwudhu, telaga bersejarah di Madinah ini juga menjadi saksi Rasulullah dan para sahabat memanfaatkan air di telaga tersebut.
Baca Juga: Ini Dia Tata Cara Shalat Malam dan Witir yang Dilakukan Nabi Muhammad Selama Bulan Suci Ramadhan
Bahkan, ada kisah menakjubkan saat Rasulullah meludahi air telaga yang semula tak pernah bisa digunakan sehingga berubah menjadi sumber air yang jernih dan bisa diminum.
Berikut kisah singkat telaga bersejarah di Madinah.
1. Telaga As-Suqya
Telaga ini terletak di tanah milik Saad bin Abi Waqqas AS. Telaga ini mempunyai air yang jernih sehingga menjadi minuman Rasulullah SAW.
Telaga ini asalnya dimiliki oleh Imam Malik bin Anas, tempat yang asalnya dikenal sebagai Falahan.
Di dekatnya terdapat sebuah masjid kecil yang dibangun ketika Nabi Muhammad SAW keluar untuk melaksanakan Perang Badar, kemudian berwudhu dan minum dengan air telaga As-Suqya sebelum berangkat berperang.
Masjid itu sendiri dianggap sebagai saksi tempat turunnya Surah Al-Anfal ayat 7.
Sayangnya, telaga ini kini telah terhapus. Di atasnya dijadikan jalan raya menuju ke Mekah.
Sedangkan lokasinya sekarang ialah sebuah kawasan yang berdekatan dengan Stasiun Kereta Anbariyah.
Baca Juga: Meraih Takwa dan Kesucian Jiwa dengan Menjalankan Rangkaian Ibadah di Bulan Ramadhan
2. Telaga Budha'ah
Dalam beberapa hadis sahih, disebutkan tentang Nama Budha'ah. Sahal bin Saad meriwayatkan bahwa ia mengambil air dari telaga Budha'ah dengan tangannya untuk Rasulullah SAW minum.
Rasulullah SAW pernah melakukan berwudhu di Telaga Budha'ah ini dan diakui Rasulullah SAW sebagai sumber air yang suci, dan beliau menetapkan bahwa air tetap suci selama tidak berubah karena benda-benda asing.
Lokasinya terletak di belakang Masjid Nabawi di area yang dikenal sebagai Bab Asy-Syami. Namun, sayangnya, telaga ini telah hilang karena pesatnya pembangunan di Madinah.
3. Telaga Ha
Telaga Ha dimiliki oleh seorang Ansar Al-Khazraji. Ada yang menyebut Rasulullah SAW secara rutin meminum air dari telaga tersebut.
Ketika turun ayat Al-Quran yang mendorong orang-orang kaya untuk memberikan sedekah dari harta yang mereka cintai, seseorang datang kepada Rasulullah SAW dan mengungkapkan bahwa telaga ini adalah salah satu harta yang paling dicintainya, namun ia memilih untuk disedekahkan di jalan Allah.
Rasulullah SAW lalu menyarankan agar telaga tersebut diserahkan kepada keluarga terdekatnya.
Lokasinya berdekatan dengan Masjid Nabawi di bagian utara Bab Al-Majidi, sebelah timur dari Telaga Budha'ah.
Lagi-lagi, telaga ini juga telah hilang dan kini menjadi bagian area baru di masjid tersebut.
Baca Juga: Keutamaan Berpuasa dalam Islam, Meraih Kebaikan dan Kedekatan dengan Allah
4. Telaga Khatam
Mengikut riwayat Bukhari dari Anas bin Malik, Rasulullah SAW mempunyai sebentuk cincin yang kemudiannya diwarisi oleh Saidina Abu Bakar As-Siddiq kemudiannya diwarisi pula oleh Umar Al-Khattab dan akhirnya oleh Saidina Utsman bin Affan.
Pada suatu hari, dalam tahun ke enam, Utsman bin Affan sedang duduk di pinggir telaga itu. Dengan tiba-tiba cincin yang dipakainya terlepas dari jarinya dan terjatuh ke dalam telaga itu.
Saidina Uthman mencarinya selama tiga hari tiga malam tetapi tidak ditemukan. Sejak hari itu, telaga ini dikenali sebagai Telaga Khatam (cincin). Saat ini, Telaga Khatam sudah tidak ada. Jejaknya sudah berubah menjadi jalan raya sebelah barat Masjid Quba'.
Baca Juga: Keistimewaan Bulan Ramadhan, Dimana Umat Muslim Berlomba-lomba Meraih Pahala
5. Telaga Al-Ghars
Ibnu Majah meriwayatkan dari Saidina Ali bin Abi Thalib bahwa Rasulullah saw pernah bersabda:
"Apabila aku mati (wafat) mandikan aku dengan tujuh timba air dari Telaga Al-Ghars".
Saidina Ali RA juga menyatakan bahwa Rasulullah SAW selalu minum air dari telaga ini.
Telaga ini juga telah hilang jejaknya. Dahulunya telaga ini terletak di timur Masjid Quba' dan dikelilingi oleh pohon-pohon tamar.
6. Telaga Ar Raumah
Telaga ini lebih dikenal dengan nama Telaga Utsman atau Sumur Utsman bin Affan.
Sewaktu Rasulullah SAW sampai di Madinah, tidak ada air yang layak untuk diminum karena paceklik.
Pada waktu itu, satu-satunya sumber air yang tersisa adalah Sumur Ar Raumah. Rasa airnya mirip dengan sumur zam-zam.
Telaga ini dulunya dimiliki oleh seorang Yahudi, namun kemudian beralih kepemilikan ke tangan Utsman bin Affan, sahabat Nabi Muhammad SAW.
Baca Juga: Mendalami Makna Bulan Ramadhan, Sebagai Edukasi dan Refleksi Ibadah
Sampai saat ini, kawasan Telaga Ar-Raumah ini masih terawat hingga saat ini. Letaknya kira-kira 1 km dari Masjid Al-Qiblatain, yaitu di Jalan Abu Bakar As-Siddiq. Kawasan ini sekarang menjadi aset dari Kementerian Air dan Pertanian Arab Saudi.
7. Telaga Iziq
Rasulullah SAW saat berhijrah dari Mekah ke Madinah menemukan masalah besar yang tengah dihadapi warga Madinah.
Penduduk Madinah yang menyambut Nabi SAW di dekat sebuah telaga mengadukan kepada Nabi bahwa air telaga itu tidak enak dan tidak dapat diminum.
Rasulullah kemudian meludah ke air telaga tersebut. Sebuah kejadian menakjubkan terjadi karena airnya kemudian menjadi jernih dan dapat diminum.
Bahkan hingga kini Telaga Iziq menjadi sumber air yang terus mengalir dan sering digunakan sebagai air minum dan berwudhu oleh para jemaah dari seluruh dunia ketika umroh. ***

