POJOKSATU.id — Imam Hafiz Ibnu Hajar rahimahullah, seorang hakim besar di Mesir pada masanya, dikenal sebagai sosok yang memiliki kedudukan tinggi dan kehidupan yang terhormat.

Setiap hari, beliau berangkat ke tempat tugasnya dengan menaiki kereta mewah yang ditarik oleh kuda atau keledai pilihan.

Suatu hari, saat tengah melintasi jalanan di Mesir, ia bertemu dengan seorang Yahudi penjual minyak.

Seperti kebiasaan para penjual minyak pada umumnya, pria itu tampak lusuh dan pakaiannya kotor karena pekerjaannya yang penuh dengan minyak.

Baca Juga: Kisah Abdurrahman bin Auf Sahabat Nabi yang Berusaha MENJADI MISKIN, Takut Kekayaan Menjadi Penghalang ke Surga

Saat melihat Imam Ibnu Hajar melintas dengan kemewahan, si Yahudi spontan menghadangnya dan berkata:

"Wahai hakim besar, Nabi kalian pernah bersabda, 'Dunia itu penjara bagi orang beriman dan surga bagi orang kafir' (HR. Muslim).

Namun, aku melihat engkau yang beriman hidup dalam kemewahan, sedangkan aku, yang kafir, berada dalam penderitaan dan kesengsaraan. Bagaimana bisa demikian?"

Dengan penuh kebijaksanaan, Imam Ibnu Hajar tersenyum dan menjawab, "Apa yang aku nikmati di dunia ini, jika dibandingkan dengan nikmat surga yang Allah janjikan bagi orang beriman, maka tetap saja seperti sebuah penjara.

Baca Juga: Kisah Abdullah bin Zubair, Putra Madinah Pemberani, Pembela Rasulullah, SYAHID Usai kota Mekkah DIKEPUNG Delapan Bulan

Sedangkan penderitaan yang engkau alami di dunia, jika dibandingkan dengan siksa neraka yang menanti orang kafir, maka tetap saja seperti sebuah surga."

Mendengar jawaban tersebut, si Yahudi tertegun. Hatinya tersentuh oleh hikmah yang begitu dalam dari penjelasan Imam Ibnu Hajar.

Tanpa ragu, ia pun langsung mengucapkan syahadat, "Asyhadu an laa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna Muhammadan rasulullah." Sejak saat itu, ia memeluk Islam dengan keyakinan penuh.

Hikmah dari Hadits Rasulullah SAW

Hadits yang dikutip dalam kisah ini memberikan pelajaran mendalam tentang hakikat kehidupan dunia dan akhirat. Imam An-Nawawi menjelaskan maknanya sebagai berikut:

Baca Juga: Kisah Ikrimah Al Qurasyi, Mantan Budak yang Menjadi Ahli Tafsir Terkemuka

“Dunia adalah penjara bagi orang beriman karena ia harus menahan diri dari kesenangan yang diharamkan dan menjalani ibadah yang penuh ujian.

Namun setelah wafat, ia akan menikmati kenikmatan abadi di surga. Sebaliknya, bagi orang kafir, dunia adalah surga karena itulah satu-satunya kenikmatan yang ia rasakan sebelum memasuki siksa yang kekal di akhirat.” (Syarah Shahih Muslim)

Sebagai seorang mukmin, hendaknya kita bersabar atas ketetapan Allah dan ridha terhadap takdir-Nya. Semoga kita semua diberi taufik dan kemudahan dalam menjalani kehidupan dunia dengan tetap berpegang teguh pada keimanan. ***