POJOKSATU.id — Dalam sebuah riwayat, dikisahkan bahwa pada suatu hari, Luqman Hakim memasuki pasar dengan menunggang seekor keledai, sementara anaknya berjalan di belakangnya.

Melihat hal tersebut, sebagian orang pun berkomentar, "Lihatlah orang tua itu, betapa tidak adilnya! Dia duduk dengan nyaman di atas keledai, sedangkan anaknya dibiarkan berjalan kaki."

Mendengar bisik-bisik orang-orang, Luqman turun dari keledainya dan mempersilakan anaknya untuk naik menggantikannya.

Namun, komentar lain pun muncul dari kerumunan, "Lihat anak itu! Dia dengan santainya duduk di atas keledai, sedangkan ayahnya yang sudah tua dibiarkan berjalan kaki. Sungguh anak yang durhaka!"

Baca Juga: Kisah Ikrimah Al Qurasyi, Mantan Budak yang Menjadi Ahli Tafsir Terkemuka

Luqman kemudian memutuskan untuk naik bersama anaknya di atas keledai.

Namun, komentar sinis kembali terdengar, "Sungguh keterlaluan! Dua orang menaiki seekor keledai. Kasihan sekali hewan itu disiksa dengan beban yang begitu berat."

Tak ingin terus menjadi bahan perbincangan, akhirnya Luqman dan anaknya turun dari keledai dan memilih berjalan kaki.

Akan tetapi, komentar miring tetap saja terdengar, "Betapa bodohnya dua orang ini! Mereka berjalan kaki padahal memiliki seekor keledai yang bisa dikendarai."

Dalam perjalanan pulang, Luqman Hakim menasihati anaknya, "Wahai anakku, ketahuilah bahwa manusia akan selalu berbicara, apa pun yang kita lakukan.

Baca Juga: Kisah Uzair, Tidur Selama 100 Tahun, Hikmah Bukti Kebesaran Allah Menghidupkan yang Mati

Tidak ada seorang pun yang bisa terbebas dari omongan orang lain. Maka dari itu, jadikan Allah sebagai satu-satunya tempat bergantung dalam menimbang setiap keputusan.

Barang siapa yang mengenal kebenaran, maka itulah yang seharusnya menjadi pertimbangannya dalam setiap urusan."

Luqman Hakim juga memberikan pesan bijak kepada anaknya, "Wahai anakku, carilah rezeki yang halal agar engkau tidak jatuh dalam kefakiran.

Baca Juga: Kisah Abu Jahal Berencana Membunuh Nabi, Tiba-tiba DIGAGALKAN Seokar Unta, Anehnya Kaum Quraisy Tak Melihat Unta, Begini Kejadiannya

Sungguh, kefakiran dapat membawa seseorang kepada tiga keburukan: lemahnya keyakinan terhadap agamanya, mudah tertipu dan diperdaya orang lain, serta hilangnya kemuliaan dalam dirinya.

Dan yang lebih buruk dari itu adalah ketika seseorang mulai merendahkan dan meremehkan dirinya sendiri di hadapan orang lain." ***