POJOKSATU.id — Di tengah berkecamuknya Perang Yarmuk, salah satu pertempuran besar antara pasukan Muslim dan Kekaisaran Romawi, seorang jenderal Romawi bernama George mendekati panglima Muslim yang terkenal, Khalid bin Walid.
Keduanya bertemu di medan perang, begitu dekat hingga kepala kuda mereka hampir bersentuhan.
George menatap Khalid dengan penuh keseriusan, lalu bertanya,
“Wahai Khalid, aku meminta agar engkau berbicara dengan jujur dan tidak berdusta sedikit pun, sebab Tuhan Yang Maha Mulia tidak pernah berdusta, dan orang beriman tidak akan menipu.”
Mendengar permintaan itu, Khalid bin Walid menjawab dengan tegas, “Tanyalah apa yang ingin engkau ketahui.”
George melanjutkan, “Apakah benar Allah telah menurunkan sebuah pedang dari langit kepada Nabi Muhammad SAW dan kemudian diberikan kepadamu sehingga setiap kali engkau menggunakannya dalam pertempuran, engkau pasti menang?”
Khalid tersenyum dan menjawab, “Tidak.”
Terkejut, George kembali bertanya, “Lalu, mengapa engkau digelari Saifullah (Pedang Allah)?”
Khalid menjelaskan, “Ketika Allah SWT mengutus Nabi Muhammad SAW, banyak dari kaumku yang menentang beliau, termasuk aku sendiri.
Aku adalah orang yang paling membencinya. Namun, setelah Allah SWT memberiku hidayah, aku pun masuk Islam. Rasulullah SAW menerima keislamanku dan memberiku gelar ‘Saifullah’.”
George kemudian bertanya, “Apa tujuan kalian berperang?”
Khalid menjawab, “Kami ingin mengajakmu untuk bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya.
Kami juga ingin engkau mempercayai bahwa segala yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW adalah kebenaran.”
George merenung sejenak sebelum bertanya lagi, “Apa yang terjadi jika seseorang menolak ajakan itu?”
Khalid menjelaskan, “Mereka harus membayar jizyah, dan kami tidak akan memerangi mereka.”
George bertanya lebih jauh, “Lalu, bagaimana jika mereka menolak membayar jizyah?”
Khalid dengan tegas menjawab, “Kami akan menyatakan perang terhadap mereka.”
Percakapan mereka terus berlanjut hingga akhirnya George menanyakan, “Bagaimana kedudukan seseorang yang baru masuk Islam?”
Khalid menjawab, “Di hadapan Allah SWT, kita semua sama, baik yang kuat maupun yang lemah, baik yang masuk Islam lebih dulu maupun yang belakangan.”
George lalu bertanya, “Apakah mereka yang masuk Islam belakangan kedudukannya sama dengan yang lebih dulu?”
Khalid menjawab dengan penuh keyakinan, “Seseorang yang masuk Islam belakangan bisa lebih tinggi kedudukannya karena ia menerima Islam tanpa melihat langsung bukti-bukti yang kami saksikan di masa Rasulullah SAW masih hidup.”
Mendengar jawaban itu, George berkata dengan mantap, “Jika demikian, aku percaya kepadamu.
Mulai saat ini, aku bertobat dan tidak akan lagi memusuhi Islam. Aku menyatakan diri masuk Islam. Wahai Khalid, ajarkan aku tentang Islam.”
Khalid bin Walid dengan penuh kegembiraan membawa George ke kemahnya. Ia menuangkan air dalam timba, lalu menyuruh George bersuci dan mengajarinya sholat dua rakaat.
Namun, di saat yang sama, pasukan Romawi melancarkan serangan besar-besaran terhadap pertahanan umat Islam.
Peristiwa ini menandai awal dari babak baru dalam Perang Yarmuk, di mana seorang mantan jenderal Romawi kini berdiri di sisi kaum Muslimin. ***

