POJOKSATU.id — Ondel-ondel, boneka raksasa khas Betawi yang kini jadi ikon Jakarta, ternyata punya sejarah panjang yang awalnya berkaitan dengan kepercayaan masyarakat sebagai penolak bala sebelum berubah menjadi hiburan budaya yang populer di berbagai acara kota.
Ondel-ondel dikenal luas sebagai ikon budaya Betawi yang kerap tampil dalam berbagai acara di Jakarta.
Namun, di balik tampilannya yang meriah dan warna-warni, kesenian ini menyimpan sejarah panjang yang menarik untuk ditelusuri.
Baca Juga: Tips Mengambil Gambar dengan Kamera Polaroid agar Hasilnya Lebih Estetik dan Tajam
Pada masa awal, ondel-ondel dikenal dengan sebutan barongan oleh masyarakat Betawi.
Bentuknya dibuat besar dan menyeramkan, karena dipercaya memiliki fungsi spiritual sebagai penolak bala atau pelindung kampung dari gangguan roh jahat.
Dalam tradisi lama, kehadirannya bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari ritual kepercayaan masyarakat.
Baca Juga: Kulit Tetap Sehat di Bawah Terik Matahari, Ini Panduan Memilih Sunscreen yang Tepat
Seiring waktu, fungsi tersebut mulai mengalami perubahan.
Ondel-ondel perlahan tidak lagi digunakan dalam ritual spiritual, melainkan beralih menjadi bagian dari pertunjukan rakyat yang menghibur.
Perubahan ini terjadi seiring perkembangan sosial dan budaya masyarakat Betawi di wilayah Jakarta yang semakin modern.
Transformasi besar terjadi pada era Gubernur Ali Sadikin.
Baca Juga: Menguak Misteri Kepunahan Dinosaurus, Benarkah Karena Asteroid Raksasa?
Pada masa itu, ondel-ondel diarahkan menjadi simbol budaya Betawi yang lebih ramah dan bisa dinikmati masyarakat luas.
Wajahnya yang semula dianggap menyeramkan diubah menjadi lebih bersahabat, sehingga cocok untuk tampil dalam berbagai perayaan dan acara resmi kota.
Hingga kini, ondel-ondel biasanya hadir berpasangan sebagai laki-laki dan perempuan dengan tinggi mencapai sekitar dua meter lebih.
Baca Juga: SPMB-PT 2026 PKN STAN Dibuka, Khusus Alumni yang Belum Tempuh D4, Cek Syarat dan Jadwal Lengkapnya
Mereka diiringi musik tradisional seperti tanjidor atau gambang kromong, menciptakan suasana meriah yang khas Betawi.
Dari simbol penolak bala hingga ikon budaya Jakarta, ondel-ondel menjadi bukti bagaimana tradisi dapat beradaptasi tanpa kehilangan identitasnya.***

