POJOKSATU.id — Dalam sebuah kisah yang diriwayatkan oleh As-Samarqandi dalam kitab Nailul Hatsits fi Hikayatil Hadits, disebutkan tentang seorang wanita kaya yang dikenal karena kemurahan hatinya.

Ia adalah Ummu Jafar, sosok yang begitu dermawan hingga namanya terkenal di kalangan masyarakat.

Bahkan, dua pengemis buta yang sering duduk di pinggir jalan tempatnya melintas pun mengetahui kebaikan hatinya.

Setiap hari, kedua pengemis ini menanti Ummu Ja'far dengan doa dan harapan masing-masing.

Namun, ada perbedaan mencolok dalam permohonan mereka.

Baca Juga: Kisah Khalifah yang Tidak Takut MENINDAK KORUPSI, Umar bin Khattab Pilih Memikul Sendiri BEBAN RAKYATNYA, Lawan GODAAN DUNIAWI Saat Berkuasa

"Ya Allah, anugerahkan rezeki kepadaku dari kemurahan-Mu," ucap pengemis pertama.

"Ya Allah, anugerahkanlah rezeki kepadaku dari kemurahan Ummu Jafar," ungkap pengemis kedua.

Mengetahui doa yang mereka panjatkan, Ummu Jafar memberikan sedekah dengan cara yang berbeda.

Untuk pengemis pertama yang memohon rezeki kepada Allah, ia memberikan dua dinar.

Sementara untuk pengemis kedua yang berharap rezeki darinya, ia memberi dua adonan roti dan ayam bakar, di dalamnya terselip sepuluh dinar.

Merasa hanya mendapatkan makanan, pengemis kedua pun menawarkan roti dan ayam panggang tersebut kepada pengemis pertama dengan imbalan dua dinar.

Tanpa mengetahui bahwa di dalam ayam bakar itu terselip uang sepuluh dinar, pengemis pertama setuju untuk melakukan pertukaran.

Baca Juga: Kisah KETEGUHAN Khabbab bin Arats Memilih Agama Allah Meski MENDAPAT SIKSAAN, Allah Memberikan BALASAN KEKEJAMAN Berupa Penyakit yang TAK DISANGKA

Hal ini berlangsung selama sepuluh hari berturut-turut.

Setelah sepuluh hari berlalu, Ummu Jafar kembali menemui pengemis kedua dan bertanya, "Apakah kamu puas dengan pemberian kami?"

Pengemis kedua itu menjawab, "Memangnya apa yang telah engkau berikan kepadaku?"

"Seratus dinar," jawab Ummu Jafar.

Terkejut, pengemis kedua menimpali, "Tidak mungkin. Setiap hari engkau hanya memberiku adonan roti dan ayam bakar, lalu aku menjualnya kepada temanku seharga dua dinar."

Ummu Ja'far pun menerangkan kepada pengemis kedua.

Saat itulah Ummu Ja'far menyadari betapa luar biasanya kemurahan Allah bagi hamba yang menggantungkan harapan kepada-Nya.

Baca Juga: Kisah Sahabat Rasulullah, Qais bin Shirmah, Taat Berpuasa HINGGA PINGSAN, Allah SWT Turunkan Surat Al Baqarah Ini, Jelaskan WAKTU SAHUR dan BERBUKA

"Lihatlah, dia (pengemis pertama) mengharap kemurahan Allah. Maka Allah memberinya kehidupan yang berkecukupan, meskipun tanpa disadarinya sendiri," ujar Ummu Ja'far.

Dari kejadian ini, Ummu Ja'far semakin yakin bahwa siapa pun yang mengadukan kefakirannya kepada Allah, maka Allah akan membukakan pintu rezeki dari arah yang tak disangka-sangka.

Sebaliknya, siapa yang menggantungkan harapan kepada manusia, maka ia hanya akan mendapatkan sesuai batas yang manusia mampu berikan.

Kisah ini mengajarkan bahwa rezeki adalah ketetapan Allah yang tidak akan tertukar.

Apa yang telah ditentukan oleh-Nya pasti akan terjadi, dan jika tidak dikehendaki-Nya, maka tidak akan pernah menjadi kenyataan. ***