POJOKSATU.id - Kasus korupsi merupakan salah satu kasus yang paling dibenci oleh masyarakat. Selain mendapat sanksi pidana, pelaku korupsi juga mendapat sanksi sosial yang berat. Itu tidak hanya pada si pelaku tetapi juga pada keluarganya

Kita mengetahui bahwa pada awal penjajahan VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) adalah sebuah perusahaan swasta yang menjajah sebagian wilayah di Indonesia.

Perusahaan dagang asal Belanda ini mengeksploitasi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang ada di Indonesia pada saat itu.

Baca Juga: Sejarah Singkat Lapangan Banteng, Dahulu Tempat Latihan Militer Serdadu Belanda dan Ada Monumen

VOC dinyatakan bangkrut pada tahun 1799 dan saat itu padahal VOC merupakan perusahaan yang memonopoli perdagangan dan rempah-rempah.

VOC bukanlah perusahaan kecil akan tetapi adalah sebuah imperium yang memiliki ratusan armada kapal di hampir seluruh dunia.

VOC juga memiliki kantor cabang di negara lain seperti di Persia, India, Jepang dan lainnya.

Baca Juga: Era 1970-an Program Rice Estate Mati Suri, Kini Ada Food Estate, Nasibnya Sama?

Ternyata penyebab VOC bangkrut saat itu adalah korupsi dan kolusi. Alwi Shahab dalam bukunya 'Waktu Belanda Mabuk Lahirlah Batavia' menceritakan bahwa para gubernur jenderal itu yang hidup jauh dari negerinya menjalani hidup yang sangat mewah.

Akan tetapi karena gajinya saat itu tidak mencukupi maka mereka melakukan korupsi dan kolusi. Kehidupan Nyonya Belanda saja saat itu terbilang mentereng Karena tiap keluar rumah harus diiringi 5 budak belian yang masing-masing memiliki tugas tersendiri.

Harga budak itu tidak murah karena didatangkan dari berbagai wilayah di timur Indonesia.

Baca Juga: Kisah Prabowo di Operasi Militer Mapenduma Selama Lebih 4 Bulan Bebaskan 26 Sandera OPM

Masyarakat elit Belanda dan juga petinggi VOC membangun vila-vila di wilayah Ancol dan wilayah lainnya.

Seolah menjadi bola es, secara perlahan tetapi pasti, hal itulah yang mengakhiri dominasi VOC di Indonesia. Setelah VOC tumbang maka pemerintah Belanda yang menggantikannya menjajah negeri ini.

Sebesar apapun perusahaan ternyata tetap dapat ambruk karena korupsi dan kolusi yang merajalela. Keruntuhan VOC yang dapat menjadi pelajaran bagi kita semua agar negeri ini tidak bernasib sama karena korupsi dan kolusi.***