POJOKSATU.id — Wirda Mansur, putri dari Ustaz Yusuf Mansur, kembali menjadi sorotan publik setelah ditagih utang secara terbuka oleh 90 member komunitas yang ia dirikan.

Para anggota komunitas ini merasa kecewa dan mengklaim telah dirugikan setelah bergabung dengan bisnis berbasis afiliasi yang dijalankan oleh Wirda.

Kasus ini mencuat di media sosial X dan mendapat perhatian luas, memicu perdebatan serta berbagai spekulasi di kalangan netizen.

Merespons tudingan yang beredar, Wirda akhirnya muncul dan memberikan klarifikasi melalui akun Instagram pribadinya, @wirda_mansur.

Dalam unggahan yang berisi sembilan halaman pernyataan resmi, ia menjelaskan berbagai hal terkait bisnis yang dijalankannya dan menepis beberapa tuduhan yang beredar.

Nama Wirda mulai ramai diperbincangkan setelah akun X @basoikangrobak membuat unggahan yang menudingnya menelantarkan puluhan ribu member komunitas bisnis afiliasi yang ia kelola.

Baca Juga: DITAGIH HUTANG, Wirda Mansur Masih Cuek, Pilih Tengok Renovasi Pesantren, Komunitas Milenial Anti Bokek TAK DITANGGAPI

Persoalan utamanya adalah banyak member telah membayar biaya pendaftaran untuk bergabung, namun merasa tidak mendapat kejelasan atas bisnis tersebut.

Dalam unggahannya, akun @basoikangrobak juga menyoroti gaya hidup Wirda yang dinilai mewah, sering bepergian ke luar negeri, dan menggunakan ponsel mahal.

"Konteks: hutang sama komunitas berbayar yang pernah dia buat. Berbayar 100k/orang. Total member 90k kurang lebih. Hiatus hampir 2 tahun, member ditinggalkan tanpa kejelasan," tulis akun tersebut.

Cuitan ini kemudian viral dan menimbulkan spekulasi bahwa Wirda memperoleh keuntungan besar dari bisnis ini.

Baca Juga: RAMAI Wirda Mansur DITAGIH HUTANG TERBUKA, Anak Yusuf Mansur Ini Disebut MENGHILANG dari Kasus Keuangan Komunitas, Ini Sosoknya

Dengan jumlah 90 ribu member yang disebut membayar Rp100.000 per orang, perkiraan kasar menunjukkan angka yang fantastis, yakni Rp9 miliar.

Tak ingin isu ini semakin berkembang liar, Wirda pun memberikan penjelasan pada Kamis (20/2/2025).

Baca Juga: Tak Terima Dicap sebagai Artis Pendukung Israel Gegara Jadi Juri di Eurovision Song Contest , Anggun Ancam Laporkan Akun X Ini ke Polisi

Dalam pernyataannya, ia mengklarifikasi beberapa hal, termasuk mengenai sistem kerja komunitasnya yang disebut sebagai MAB, sebuah komunitas berbasis afiliasi.

Awalnya, MAB merupakan website yang kemudian berkembang menjadi MABCommerce, sebuah sistem yang dirancang untuk membantu member menjalankan bisnis berbasis afiliasi.

Menurut Wirda, biaya pendaftaran yang dibayarkan oleh para anggota digunakan untuk pengembangan tools edukasi dan infrastruktur pembelajaran.

Dalam skema afiliasi ini, member diberikan akses untuk menjual produk, di mana mereka akan mendapatkan komisi dari setiap penjualan, sementara tim MAB yang mengurus pengemasan dan pengiriman barang.

Terkait nominal Rp9 miliar yang disebut-sebut, Wirda menegaskan bahwa informasi tersebut tidak akurat.

Baca Juga: Mendadak Dilarikan ke Rumah Sakit, Dohoon TWS Dipastikan Absen dalam Fansign di Tiongkok

"Angka 90 ribu member yang sering disebut bukanlah jumlah member berbayar. Melainkan total partisipasi yang pernah ikut program gratis, webinar, dan subscriber Telegram.

Jumlah member aktif yang benar-benar berlangganan jauh lebih kecil dengan biaya pendaftaran yang berbeda, mulai dari Rp100.000, Rp50.000, Rp25.000, hingga Rp20.000.

Sehingga dapat ditekankan secara tegas bahwa ISSUE 100 ribu x 90 ribu member sehingga jumlahnya adalah 9 M TIDAKLAH BENAR," tulis Wirda Mansur, Sabtu (22/2/2025).

Namun, meskipun telah memberikan klarifikasi, Wirda tidak memberikan jawaban yang memuaskan terkait alasan komunitasnya sempat ‘mati suri’ selama hampir dua tahun.

Dalam kolom komentar, ia menyebut bahwa komunitas yang lama sudah tidak aktif, namun telah ada grup baru yang dikelola oleh admin berbeda.

"Kenapa waktu itu tiba-tiba ngilang kak? Katanya perbaikan web seminggu doang, taunya setahun?" tanya seorang warganet.

"Iya, itu grup yang lama. Sementara ada grup baru yang lama beda admin yang handle. Tapi mungkin gak nyampe ke semua infonya bahwa ada grup baru," jawab Wirda.

Pernyataan ini justru semakin membuat banyak warganet bingung.

Baca Juga: Selamat, Kiky Saputri Melahirkan Bayi Perempuan Tercantik Bernama 'Kayya',

Beberapa mempertanyakan solusi yang diberikan Wirda kepada member yang merasa dirugikan, namun ia hanya meminta doa agar bisnisnya bisa terus berkembang dan menjadi lebih baik ke depannya.

"Klarifikasi segini banyak ga ada solusi," tulis seorang warganet.

"Bacanya pelan-pelan kak, sambil makan pisang goreng. Intinya minta doa, agar lebih baik lagi," balas Wirda Mansur.

Hingga saat ini, tidak ada kejelasan lebih lanjut mengenai penyelesaian masalah yang dihadapi para member.

Bahkan, setelah klarifikasinya diunggah, Wirda memilih untuk membatasi kolom komentar di postingan tersebut. ***