POJOKSATU.id, AKTRIS Wanda Hamidah mengungkapkan kekecewaannya saat mendapati produk yang terafiliasi dengan Israel malah dibagikan untuk jamaah yang buka puasa bareng di Masjid Istiqlal.

Wanda Hamidah mempertanyakan sikap Majelis Ulama Indonesia (MUI) dengann kejadian buka puasa di Masjid Istiqlal yang membagikan McDonald.

"178 hari kami tidak menyentuh @mcdonaldsid @pizzahut.indonesia @starbucksindonesia @starbucks dan teman-temannya Semalam @masjidistiqlal.official @lppom_mui membagikan ini kepada jamaah nya? @muipusat," tulis Wanda dikutip dari Instagram-nya, Jumat, 5 April 2024.

Baca Juga: Respon Keputusan Putrinya Melepas Hijab, Atalia Praratya : Mohon Doakan Zara Selalu

Dia heran mengapa Masjid Istiqlal menerima dan memebri menu berbuka puasa dari produk makanan yang LPPOUM MUI sendiri sudah boikot.

Wanda ingin semua sudah paham mengapa boikot produk-produk yang pro Israel dilakukan.

"Begini ya teman-teman, sudah ya bab-bab pembahasan kenapa kita harus boikot produk-produk apapun yang terafiliasi dengan Israhell, sudah 180 hari genocide," tegasnya.

"Suah 40 ribu saudara kita dibunuh, disiksa dengan kejam, oleh zionist Israhell, masa belum paham, kenapa kita harus boikot," sambungnya.

Baca Juga: Umumkan Lepas Hijab, Zara Putri Ridwan Kamil Berharap Publik Tak Salahkan Kedua Orang Tuanya

Dia menjelaskan Indonesia melalui Menlu Retno Marsudi lantang membela Palestina, dan berusaha menyeret Israhell ke ICJ.

"Meanawhile Masjid Istiqlal, masjid representasi umat muslim Indonesia membagikan McDonald kepada jamaahnya, while MUI Pusat dan LPPOM MUI pun juga mengeluarkan fatwa haram," tukasnya.

Dari kasus ini, dia menilai terjadi ketidak sesuaian pernyataan dengan tindakan.

"Make sense sampai sini? kok kita seperti negara munafik, what you say and what you do not in a harmony, kontraproduktif," tandasnya.

Baca Juga: KPI Tegur SahuRans Net TV Gegara Tampilkan Cipung, Raffi Ahmad Ucapkan Salam Perpisahan, Acara Distop sebelum Ramadhan Berakhir

Wanda mengajak semuanya untuk merefleksi diri, soal mengapa Palestina diokupasi dengan brutal oleh Israel dan tidak ada yang bisa hentikan. Pada akhirnya rakyat dunia hanya jadi penonton genosida.

"Mungkin karena kita dikasih McDonald aja diambil, sekelas Baznas tak kuasa menolak sumbangan Uniliver sepertinya dana ummat tak pernah cukup," sentilnya.

"Mungkin karena Ketua UEA masih duduk di sebelah Israhell, Presiden kita masih senyum-senyum ketemu Biden, kita ternyata tunduk dan takut kepada kekuasaan militer dan uang mereka miliki," tuturnya.

Baca Juga: Resmi, Agensi Benarkan Chaeyoung TWICE dan Zion.T Berpacaran

Faktanya, Wanda Hamidah menilai negara kita dan lainnya 'terpasung'. "Kita tersandera, kita ternyata tidak menggantungkan diri kita kepada Allah SWT, tetapi kepada manusia dan kekuasaan, astagfirullah," pungkasnya. ***