POJOKSATU.id - Google dilaporkan telah menghapus puluhan video berbasis kecerdasan buatan (AI) yang menampilkan karakter milik Disney.

Dilansir dari Variety, Google menerima surat peringatan hukum (cease and desist) dari studio hiburan raksasa tersebut pada Rabu waktu setempat.

Video-video yang diunggah ke YouTube itu menampilkan karakter ikonik seperti Mickey Mouse, Deadpool, hingga tokoh-tokoh dari Star Wars dan The Simpsons.

Baca Juga: Tiffany Young SNSD dan Byun Yo Han Umumkan Resmi Pacaran, Rencanakan Menikah pada 2026

Dalam suratnya, Disney secara tegas menyertakan tautan video YouTube yang dianggap melanggar hak cipta dan menuntut agar Google segera menghapus konten tersebut.

Banyak dari video AI itu diketahui dibuat menggunakan Veo, alat pembuat video berbasis AI milik Google.

Awalnya, tautan video tersebut masih bisa diakses hingga Kamis, namun kini seluruhnya dialihkan ke pemberitahuan yang menyatakan bahwa video telah dihapus karena klaim hak cipta oleh Disney.

Baca Juga: TPG Akhir Tahun Kerap Jadi Drama Nasional, Masalah Sistem dan Administrasi Jadi Akar Utama! Guru Perlu Memahami Alurnya

Langkah tegas ini dilakukan Disney tak lama sebelum perusahaan mengumumkan kerja sama lisensi dengan OpenAI, yang memungkinkan sekira 200 karakter Disney digunakan secara resmi oleh pengguna Sora untuk membuat klip video AI pendek.

Disney menegaskan langkah tersebut sebagai upaya untuk menarik garis tegas dalam melindungi kekayaan intelektualnya dari penggunaan AI yang tidak berlisensi.

Dalam surat peringatannya, Disney juga menyerahkan daftar panjang karakter yang diminta untuk dihapus dari YouTube dan YouTube Shorts.

Baca Juga: Bangli Menjamur Di Sekitar Situ Cigangsa Aparat Pada Kemana?, Dulu Dibongkar Bersih KDM Ada Gudang Miras Oplosan

Daftar tersebut mencakup karakter dari Frozen, Moana, Toy Story, Deadpool, Iron Man, Lilo & Stitch, hingga Winnie the Pooh. Disney menilai penggunaan karakter-karakter tersebut tanpa izin sebagai pelanggaran serius terhadap hak cipta.

Menanggapi hal ini, Google menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama dengan Disney.

Dalam pernyataan resmi pada Kamis, Google menyebutkan bahwa hubungan kedua perusahaan telah terjalin lama dan saling menguntungkan.

Google juga menegaskan telah menyediakan berbagai kontrol hak cipta, termasuk Content ID YouTube, untuk memberikan kendali kepada pemilik konten atas karya mereka.

Baca Juga: PPPK Paruh Waktu 2025, Harapan Baru bagi Honorer Non-ASN yang Tak Lolos Seleksi ASN

Tak hanya menuntut penghapusan video, Disney juga meminta Google untuk menerapkan sistem pengamanan tambahan agar alat AI miliknya tidak dapat menghasilkan karakter milik Disney.

Selain itu, Disney mendesak Google agar menghentikan penggunaan karakter Disney dalam proses pelatihan model AI mereka, demi menjaga perlindungan penuh atas aset intelektual perusahaan. ***