POJOKSATU.id, JAKARTA -- Kisah legenda Jawa Timur, tentang pembantaian preman era 80- an hingga era 90-an menjadi inspirasi rumah produksi Umbara Brothers Film dan Imperial Pictures mengangkat ke sebuah layar lebar bergenre horor dan berjudul Kromoleo.
Film ini dibintangi oleh aktor-aktris ternama seperti; Ratu Sofia, Tio Pakusadewo, Rukman Rosadi, Cornelio Sunny, Abun Sungkar, dan Dayu Wijanto.
Kromoleo menggali mitos mengerikan, di mana siapapun yang bertemu dengan makhluk bernama Kromoleo dan memandang matanya, akan menemui ajal di malam yang sama.
"Ini bukan film horor pertama saya, tapi ini horor pertama saya yang mengangkat isu sosial. Kita tidak boleh melupakan sejarah. Terlalu banyak sejarah kelam, kita juga harus menggambarkan sejarah dan keluarga yang akan mencari tau sejarah itu," kata Anggy Umbara dalam keterangannya, Senin (19/8/2024).
Baca Juga: Aksi KDRT Terjadi Lagi, Suami Pukuli Perut Istri Berkali-kali, Ahmad Sahroni : Yassalam
Anggy Umbara selaku sutradara mengatakan bahwa Kromoleo berbeda dari karya-karya horornya yang terdahulu.
"Di film ini, saya lebih liar dan leluasa dalam eksekusi. Tim kami sangat solid, dan akhirnya bisa menciptakan film yang sesuai dengan passion," ungkapnya.
Salah satu perbedaan utama, adalah penggunaan teknik handheld yang memberi kesan lebih intens dan dinamis, menjauh dari konsep statis yang biasa dipakai.
Plotnya berkisar pada Zia, seorang gadis muda yang merupakan anak dari Djarot, seorang preman legendaris yang dikenal sebagai Gali.
Djarot menikah dengan putri Danang, pemimpin operasi misterius yang dikenal sebagai Petrus (Penembak Misterius).
Baca Juga: Didukung PDIP, Hanura dan Ummat, Edy Rahmayadi Bakal Umumkan Wakilnya
Ketika Danang tak lagi membutuhkan Djarot dan para Gali yang dulu ia manfaatkan, diputuskan untuk membantai mereka semua.
"Arwah para gali yang mati penasaran kemudian menjelma menjadi sosok menyeramkan yang membawa keranda, meneror desa-desa di sekitar Jawa Tengah dan dikenal dengan sebutan Kromoleo," ujarnya.***


