POJOKSATU.id – Perusahaan label HYBE, menyetor dana jaminan litigasi sebesar 29,3 miliar KRW (sekira Rp344,2 miliar) ke Seoul Central District Court.
HYBE melakukan ini guna menangguhkan pelaksanaan putusan pembayaran ((Put Option) kepada mantan CEO ADOR, Min Hee Jin.
Langkah ini juga sebagai tanda penolakan atas tawaran damai Min Hee Jin yang disampaikan dalam konferensi pers, kemarin.
Dimana, Min Hee Jin mendadak menggelar konferensi pers dan merelakan uang 25,5 Korea Won yang seharusnya dibayar HYBE karena kalah pada sidang perdana.
Baca Juga: Apes, dr Tompi Ditipu Pasien, Pasangan WNA-WNI Belum Bayar usai Menjalani Operasi Plastik
Dia menyatakan bersedia melepaskan hak dengan syarat seluruh gugatan perdata dan pidana dihentikan terhadapnya, termasuk perkara yang menyeret anggota NewJeans, mantan staf ADOR, mitra kerja, serta fandom.
“Sebagai imbalan atas ₩25,6 miliar KRW tersebut, saya mengusulkan penghentian segera semua gugatan perdata dan pidana yang sedang berjalan serta penyelesaian final seluruh perselisihan," ujarnya.
"Proposal ini mencakup penghentian semua tuntutan terhadap saya, anggota NewJeans, mitra outsourcing, mantan karyawan ADOR, dan para penggemar yang terdampak konflik ini,” lanjut Min.
Seperti diketahui, Divisi Perdata 31 Pengadilan Distrik Pusat Seoul sebelumnya memenangkan Min dalam dua perkara sekaligus: gugatan HYBE terkait penghentian perjanjian pemegang saham serta gugatan Min terkait pembayaran hasil penjualan saham.
HYBE kemudian mengajukan banding pada 19 Februari dan meminta penangguhan eksekusi putusan tingkat pertama.
Permintaan tersebut dikabulkan oleh Divisi Perdata 17, sehingga pembayaran put option ditangguhkan hingga pengadilan banding mengeluarkan putusan final.
Dalam perkara perdata di Korea Selatan, pihak yang kalah dapat mengajukan permohonan penangguhan pelaksanaan putusan sementara.
Pengadilan biasanya mensyaratkan adanya jaminan, baik dalam bentuk setoran tunai maupun obligasi penjaminan.
Dengan disetujuinya permohonan tersebut, dana akan ditahan oleh pengadilan hingga seluruh proses banding selesai.
Artinya, Min Hee Jin belum dapat menerima pembayaran sampai ada keputusan hukum berkekuatan tetap.
Langkah HYBE menuai beragam reaksi warganet Korea Selatan. Sejumlah komentar di forum daring mengkritik keputusan tersebut, pun tak sedikit mendukung.
Namun demikian, secara hukum, mekanisme setoran jaminan dan penangguhan eksekusi merupakan prosedur yang lazim dalam sistem peradilan perdata.
Perkembangan ini menambah babak baru dalam konflik panjang antara HYBE dan Min Hee Jin yang turut berdampak pada masa depan ADOR dan NewJeans. ***

