POJOKSATU.id - Kepedulian terhadap warga Desa Adat Sade, Lombok Tengah, terus berdatangan setelah kebakaran besar melanda kawasan tersebut.
Salah satunya datang dari The Dudas yang memilih hadir langsung menemui masyarakat terdampak pada Minggu, 23 Agustus 2026.
Raffi Ahmad, Nagita Slavina, Desta, Gading Marten, dan Ariel NOAH datang bukan sekadar untuk menyampaikan rasa prihatin.
Mereka juga membawa bantuan senilai Rp1 miliar yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan warga dalam masa pemulihan.
Baca Juga: Suka Drama Kolosal? Ini 4 Drama China Terbaru 2026 dengan Kisah Cinta Menarik
Melalui unggahan Instagram @dudasminusone, rombongan tersebut menyampaikan bahwa kehadiran mereka dilandasi rasa kemanusiaan dan persaudaraan.
Bantuan tersebut diharapkan bisa sedikit meringankan beban masyarakat yang tengah menghadapi masa sulit setelah rumah dan sejumlah harta benda mereka terdampak kebakaran.
Pesan yang disampaikan The Duda’s juga menekankan bahwa kepedulian tidak selalu diukur dari besarnya bantuan.
Yang tak kalah penting adalah kemauan untuk hadir, bergandengan tangan, dan memberikan dukungan ketika masyarakat sedang menghadapi ujian.
Baca Juga: Pelajar Indonesia Raih Dua Emas di International Geography Olympiad 2026, Bersaing dengan 50 Negara
Kebakaran yang terjadi pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026, memang meninggalkan dampak besar bagi Kampung Adat Sade, Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah.
Lebih dari 300 warga disebut terdampak, sementara sekitar 150 rumah dilaporkan terbakar.
Sebanyak 89 di antaranya merupakan rumah adat Suku Sasak. Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Namun, kehilangan bangunan di Sade menjadi persoalan serius karena rumah-rumah tradisional di kawasan ini bukan sekadar tempat tinggal.
Sade merupakan ruang hidup masyarakat Sasak sekaligus kawasan yang dikenal luas sebagai destinasi wisata budaya.
Baca Juga: Inovasi Kampus di Makassar, Mesin Pneumatik Bantu Payabo Recycle Olah Sampah Plastik
Tradisi, kerajinan, arsitektur, dan kehidupan masyarakat telah diwariskan secara turun-temurun.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana sebelumnya menegaskan bahwa proses pemulihan harus menempatkan masyarakat sebagai prioritas.
Pembangunan kembali nantinya juga diharapkan tetap menjaga nilai budaya serta karakter arsitektur tradisional Sasak.
Pemerintah daerah bersama TNI, Polri, BPBD, pemadam kebakaran, dan sejumlah unsur terkait telah melakukan penanganan darurat, termasuk evakuasi warga, pemadaman, penyediaan tempat sementara, hingga pembersihan material pascakebakaran.
Pemulihan Sade tentu bukan pekerjaan singkat. Kawasan tersebut perlu kembali dibangun tanpa menghilangkan jati dirinya sebagai ruang hidup masyarakat Sasak.
Baca Juga: Samsung Pamer OLED Laptop 16 Inci 2,5K 300Hz, Layar Ngebut Makin Memukau
Di tengah proses panjang itu, bantuan dari The Dudas menjadi bentuk dukungan nyata bagi warga.
Mereka juga menyampaikan komitmen untuk terus mendoakan dan mendukung agar kehidupan masyarakat Desa Sade dapat kembali berjalan normal.
Kehadiran mereka membawa satu pesan sederhana: masyarakat Desa Sade tidak harus menghadapi masa sulit ini seorang diri.
Rumah bisa dibangun kembali, tetapi luka dan kenangan membutuhkan waktu untuk pulih.
Semoga bantuan yang datang dari berbagai pihak menjadi cahaya kecil bagi warga Sade untuk kembali menata kehidupan.
Sebab ketika sesama anak bangsa saling menguatkan, harapan pun punya alasan untuk tetap menyala. ***


