POJOKSATU.id, AKTOR Fedi Nuril menanggapi santai komentar netizen yang mendesaknya pindah negara usai Prabowo Subianto menjadi Presiden Republik Indonesia (RI).

Fedi Nuril memastikan meski mengkritik pemerintah termasuk Prabowo Subianto, dirinya tidak pernah menuliskan cuItan tentang pindah negara jika Ketua Umum Gerindra itu jadi presiden.

"Kalau paling sering (dihujat netizen) kapan pindah negara, karena mereka ngeklaim saya pernah ngomong, pernah ngetweet gua akan pindah negara. Ya paling cuma balasnya 'enggak ada niat pindah negara, dan elu sendiri kapan pensiun jadi buzzer'," jelasnya dikutip Pojoksatu.id dari YouTube TransTV, Jumat, 15 November 2024.

Dia mengatakan sikap vokalnya terhadap situasi politik Tanah Air tidak membuatnya takut kehilangan pekerjaan. Karena, dia menilai banyak artis yang berurusan dengan hukum tetap bisa berkarir di negeri ini.

Baca Juga: Reza Artamevia Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Diduga Lakukan Penipuan Bisnis Berlian senilai Rp18,5 Miliar

"Menurutku gua aneh kalau gua menyatakan political statement ini tapi malah enggak ada yang nawarin lagi (pekerjaan). Karena ini political statement bukan kriminal bukan korupsi, bukan pelecehan dan segala macam," tegasnya,

Sejauh ini, Fedi juga mengakui tidak ada pekerjaannya yang dibatalkan gegara sikap kritisnya.

"Dicancel alhamdulillah belum pernah, malah yang menarik ada tawaran yang berbeda dari sebelumnya. Karena mereka menilai 'suara kamu di media sosial kayak ngebuka sisi lain yang kita enggak pernah lihat'. Dan, mungkin (selama ini gua) dianggap kalem, ini setelah bersuara dapat karakterang yang enggak ada sebelumnya," bebernya.

Baca Juga: Wanita Hamil Ditemukan Membusuk di Kamar Kos Gegerkan Warga Kemayoran

Dan dengan segala hujatan yang diterimanya, pemain film 'Bila Esok Ibu Tiada' menyebutkan tidak akan menyurutkannya untuk kritis.

"Sebenarnya (buzzer) menyerang terus supaya diam, (gua) enggak diamlah, terus berkomentar selama itu memang argumen masuk akal dan dibacking dengan data, enggak cuap-cuap saja," ungkapnya.

Fedi Nuril juga menjelaskan mengapa cuitannya selama ini menyasar pemerintah. Menurutnya, karena pemerintah punya kekuasaan dan perangkat yang harus diawasi.

Baca Juga: Tak Risih Dicap Generasi Sandwich, Ayu Ting Ting Tegaskan Senang Bekerja untuk Biayai Keluarganya

"Kalau ada kontranya enggak masalah, yang penting diskusi sehat. Kalau mau argument pakai data jangan nyerang fisik, tapi demokrasi ya begitu, berisik," tukasnya.

Seperti diketahui, Fedi Nuril berulang kali mengkritik pencalonan Prabowo Subianto sebagai Presiden RI. Dia menilai Prabowo masih punya kasus HAM di masa lalu. ***