POJOKSATU.id - Film “Tak Kenal Maka Taaruf”, adaptasi dari novel karya Mim Yudiarto, resmi diperkenalkan melalui konferensi pers di Epicentrum Walk XXI, Jakarta.

Karya ini menjadi simbol pertemuan antara dunia literasi dan perfilman yang menghadirkan pesan moral, spiritual, dan nilai-nilai ketulusan.

Film tersebut merupakan kolaborasi antara IPB Press melalui imprint Insan Pustaka Berkreasi dengan rumah produksi Yahywa Titi Mangsa (YATIMA Films).

Insan Pustaka Berkreasi dikenal konsisten menghadirkan karya positif dan edukatif, sedangkan YATIMA Films memperkuat pesan dengan sentuhan sinematik yang menyentuh hati.

Kisah “Tak Kenal Maka Taaruf” mengangkat perjalanan anak muda dalam meniti makna hidup, merajut persahabatan, dan memahami cinta dengan cara yang terhormat.

Baca Juga: Dandim 0604 Karawang Dorong Prajurit TNI Jadi Garda Terdepan dalam Membangun Indonesia Maju

Film ini menjadi cerminan bagaimana nilai-nilai Islam dapat hadir dengan ringan dan relevan di tengah kehidupan modern.

“Tak Kenal Maka Taaruf” mengajarkan bahwa cinta bukan hanya perasaan, tetapi komitmen menjaga kesucian dan keikhlasan dalam menjalani hubungan.

Film ini dibintangi oleh Fadi Alaydrus sebagai Faris, Saskia Chadwick sebagai Zoya, Dinda Mahira sebagai Cleo, dan Salahuddin.

Sutradara Toma Margens memimpin proyek ini dengan pendekatan naratif yang lembut, mengutamakan makna tanpa kehilangan sisi hiburan.

Dedy Suherman, selaku Executive Producer, menegaskan bahwa film ini hadir bukan sekadar hiburan, tetapi juga ruang refleksi bagi generasi muda.

Baca Juga: Ini Dia Update Daftar Jurnal SINTA 2025, Panduan Lengkap untuk Dosen dan Peneliti

“Sudah saatnya industri film kita menampilkan kisah yang mendidik dan menumbuhkan adab dalam memahami cinta,” ujar Dedy.

Penulis sekaligus produser, Mim Yudiarto, menyampaikan bahwa film ini adalah refleksi spiritual anak muda dalam mencari arah cinta dan kehidupan.

“Kami ingin menghadirkan kisah yang ringan tapi mengena yang membuat penonton tersenyum dan berpikir tentang arti cinta sejati,” katanya.

Erick Wahyudyono, Direktur IPB Press dan Co-Producer, menilai film ini menjadi bentuk nyata sinergi antara literasi dan perfilman di Indonesia.

“Buku dan film adalah dua medium yang saling memperkuat. Melalui Film Tak Kenal Maka Taaruf, kami ingin menembus batas media dan menyebarkan inspirasi,” tutur Erick.

Baca Juga: Mudah dan Cepat, Begini Cara Perpanjang STNK Online Tanpa Perlu ke Samsat

Menurutnya, film ini bukan hanya tentang cinta, tetapi perjalanan spiritual dalam memahami diri dan menghargai pertemuan yang ditakdirkan.

Pengamat film, Rika, menilai “Tak Kenal Maka Taaruf” sebagai napas segar di tengah tren film remaja yang sering menonjolkan romantisme tanpa nilai.

“Film ini menghadirkan kedalaman tanpa kehilangan kehangatan. Pesannya kuat namun dikemas dengan bahasa visual yang ringan,” ujar Rika.

Beberapa penonton yang hadir mengaku terharu dengan jalan ceritanya. “Setelah menonton, saya merasa lebih tenang. Cinta ternyata bisa sederhana tapi tetap bermakna,” ungkap Nida yang hadir di pers conference launching trailer.

“Tak Kenal Maka Taaruf” diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk lebih bijak dalam memaknai hubungan.

Baca Juga: Siapa Safrie Ramadan? Atlet Boxing Terduga Selingkuhan Julia Prastini alias Jule Ternyata Masih Mahasiswa

Film ini juga menjadi bentuk ajakan untuk kembali kepada nilai kesucian dan ketulusan dalam menjalani cinta yang diridhai.

“Tak Kenal Maka Taaruf” dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia pada 13 November 2025.***