POJOKSATU.id — Nama Ghazyendha Aditya, putra dari Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, ramai menjadi perbincangan di media sosial.

Warganet menyorot Aditya setelah mengunggah ucapan selamat ulang tahun untuk sang ayah di platform X. Unggahan ucapan itu juga diiklankan, sehingga banyak pengguna yang melihatnya.

Dari berbagai sumber, diketahui bahwa Ghazyendha Aditya Pratama adalah anak dari pasangan Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan dan Yeni Susanty.

Ia menempuh pendidikan di Universitas Megou Pak Tulang Bawang Lampung pada tahun 2016 dan berhasil meraih gelar S1-Manajemen pada tahun 2019/2020.

Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di Universitas Pelita Harapan (UPH) Jakarta dan mengambil jurusan Hukum pada tahun 2020.

Baca Juga: Viral Bocah di Bawah Umur Curi IPhone Terekam CCTV, Untuk Gaya Hidup?

Namun, ia mengajukan pengunduran diri pada semester ganjil tahun ajaran 2024/2025.

Saat ini, Aditya menjabat sebagai Direktur Utama PT. Tunggal Utama Lestari Banjarmasin, sebuah perusahaan jasa konstruksi yang berbasis di ibu kota Kalimantan Selatan.

Viralnya unggahan Aditya di platform X membuat warganet mulai menelusuri akun media sosialnya yang lain.

Baca Juga: Anggota Polisi Demen Flexing, Sahabat Polisi Singgung Sosok Kesederhanaan Kapolri

Beberapa unggahannya menampilkan gaya hidup mewah, termasuk foto dirinya di dalam jet pribadi.

Selain itu, beredar tangkapan layar mutasi rekeningnya pada Desember 2024 yang menunjukkan transaksi hampir Rp1 miliar dalam satu kali transfer.

Tidak hanya itu, dalam satu bulan, ia dikabarkan menghabiskan lebih dari Rp200 juta untuk berbelanja.

Baca Juga: Larangan Gaya Hidup Mewah Anggota oleh Kapolri tak Digubris, Buktinya Andi Rian Malah jadi Kapolda

Gaya hidup mewah yang dipamerkan oleh Aditya pun menuai kritik dari masyarakat.

Banyak pihak yang membandingkan kasus ini dengan Mario Dandy, putra pejabat Direktorat Jenderal Pajak, Rafael Alun Trisambodo.

Mario Dandy sebelumnya menjadi sorotan setelah gaya hidupnya yang gemar memamerkan kekayaan akhirnya menyeret ayahnya ke dalam kasus gratifikasi dan pencucian uang. ***