POJOKSATU.id - Semesta Dilan kembali hadir dengan nuansa yang berbeda, nih.
Lewat film terbaru berjudul Dilan ITB 1997, penonton diajak masuk ke fase kehidupan yang lebih dewasa, jauh dari kisah cinta remaja di bangku SMA.
Kali ini, Dilan diceritakan sebagai mahasiswa di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1997.
Bukan cuma soal asmara, film ini juga membawa latar situasi sosial dan politik Indonesia yang sedang memanas menjelang runtuhnya era Orde Baru.
Karakter Dilan pun terasa lebih matang. Ia tetap dikenal cerdas, santai, dan penuh humor, tapi di sisi lain mulai dihadapkan pada realita kehidupan yang lebih kompleks.
Lingkungan kampus dengan diskusi intelektual dan semangat perubahan membuatnya perlahan terseret dalam dinamika pergerakan mahasiswa.
Di titik ini, penonton akan melihat dilema yang cukup dalam.
Dilan harus memilih antara menjalani kehidupan pribadi yang tenang atau ikut bersuara di tengah kondisi negara yang sedang tidak baik-baik saja.
Meski dibalut isu politik yang kuat, film ini tetap menjaga ruh utamanya, yaitu romansa.
Namun, kisah cintanya terasa lebih dewasa.
Baca Juga: Cara Mudah Aktifkan Anti-Theft Alarm Honda Stylo 160, Bikin Motor Lebih Aman Saat Parkir
Bukan lagi soal rayuan manis atau momen sederhana, melainkan tentang komitmen dan pilihan di tengah ketidakpastian masa depan.
Konflik batin pun jadi salah satu kekuatan cerita.
Ada pertarungan antara perasaan cinta dan panggilan untuk ikut memperjuangkan perubahan. Di sinilah emosi penonton benar-benar diuji.
Baca Juga: Klarifikasi Heru Subagia Viral, Bantah Proposal Damai Ijazah Jokowi Disebut “Halu” Berita:
Yang juga mencuri perhatian adalah keberanian film ini mengangkat atmosfer politik era Soeharto.
Beberapa adegan memperlihatkan aksi mahasiswa dan ketegangan dengan aparat, lengkap dengan detail khas tahun 90-an yang terasa cukup autentik.
Film ini digarap oleh sutradara Fajar Bustomi dan diproduksi Falcon Pictures, dengan Pidi Baiq sebagai kreator yang turut mengembangkan cerita.
Baca Juga: Miris! Nakes PPPK Paruh Waktu di Maluku Tengah Cuma Digaji Rp500 Ribu, Kebijakan Pemda Dipertanyakan
Pemilihan Ariel NOAH sebagai Dilan versi dewasa juga jadi sorotan karena menghadirkan nuansa baru dalam karakter ikonik tersebut.
Selain Ariel NOAH, film ini juga dibintangi Niken Anjani sebagai Ancika, Raline Shah sebagai Milea versi dewasa, serta Ira Wibowo sebagai Bunda Dilan.
Dengan pendekatan cerita yang lebih dalam, Dilan ITB 1997 bukan sekadar lanjutan kisah cinta.
Baca Juga: Di Tengah Efisiensi Anggaran, Wali Kota Pangkala Raya Pastikan PPPK Aman dari Pemberhentian
Film ini juga menjadi potret perjalanan generasi muda yang dihadapkan pada pilihan besar di masa yang penuh gejolak.
Kadang, cinta dan idealisme memang berjalan di jalur yang tak selalu searah.
Lewat cerita ini, kita diajak melihat bahwa menjadi dewasa bukan hanya tentang memilih siapa yang kita cintai, tapi juga apa yang kita perjuangkan dalam hidup.***


