POJOKSATU.id, YOUTUBER asal Malaysia, Aisar Khaled, memiliki banyak penggemar di Indonesia, terlebih sering membuat konten berbagi di Indonesia. Bahkan, waktunya lebih banyak di sini dibanding di negaranya.
Aisar Khaled menjelaskan bolak balik ke Indonesia bukan hanya belakangan ini, melainkan sejak beberapa tahun lalu. Meski saat itu kontennya belum seviral sekarang.
Aisar Khaled sendiri mengatakan timnya lebih banyak orang Indonesia dibanding orang Malaysia. Dan, itu ada alasan tersendiri.
"Karyawnan saya semua orang Indonesia (dari) Aceh, Medan. Cuma saya tahu di Malaysia, orang Indonesia yang cari rezeki, mereka kerja bersungguh-sungguh, saya tahu gimana background mereka, orang susah. So kenapa tidak kita sama-sama berkongsi rezeki," jelasnya dikutip Pojoksatu.id dari Podcast Denny Sumargo, Jumat, 9 Mei 2025.
Dia mengatakan sempat membuat berbagai konten di Medan pada saat 17 Agustus sebelum akhirnya fokus ke konten berbagi rezeki.
Aisar mengatakan lebih mudah dan tepat sasaran jika membuat konten berbagi di Indonesia, karena banyak menemukan orang susah.
"Karena di Malaysia susah mau cari orang yang betul-betul susah, ada orang susah tapi susah cari yang betul-betul susah, tidak ramai," ujarnya.
"Jujur, lebih banyak orang susah di Indonesia, saya cerita ini reality (fakta)," sambungnya.
Dia mengatakan Indonesia banyak orang susah, karena jumlah penduduk yang jauh lebih banyak dari Malaysia.
Baca Juga: Sudah Siap Hadapi Tes Penalaran Matematika UMPTKIN 2025? Simak Tips Jitu dan Contoh Soal Lengkapnya!
"Kenapa Indonesia banyak orang susah, karena orangnya ramai, 270 juta kurang lebih. Dekat ini di tepi jalan ada gerobak, di Malaysia mana ada. Di sini banyak rumah-rumah kecil dibuat sendiri," sebutnya.
Di Malaysia, lanjutnya, ada orang-orang yang miskin tapi di provinsi tertentu tidak di kota. "Ada, tapi di provinsi yang jauh-jauh, kalau di Indonesia everywhere ada orang susah," sebutnya.
Bahkan, dia mencontohkan, di Indonesia mendapatkan respon menyentuh kalau membantu orang susah jadi merasa bantuan tepat sasaran daripada konten berbagi di Malaysia.
Baca Juga: Buntut Kasus Kebakaran di Kendari yang Tewaskan Tiga Balita: Kerugian Material Capai Rp250 Juta
Pada kesempatan yang sama, dia juga menanggapi soal tuduhan sering ke Indonesia hanya demi follower. Dia merasa tak masalah dituduh begitu, karena konten kreator dan follower adalah dua hal yang sejalan.
"Suda biasa (dituduh cari follower). Dalam konten kreator ini biasalah, dengan adanya follower akan makin bersemangat bikin konten. Setiap konten kreator membutuhkan itu (follower), tiba-tiba naik 10 juga follower kan suka juga kan," bebernya.
Hanya saja, dia memastikan konten berbaginya memang murni untuk berbagi bukan demi follower dan berharap jadi inspirasi bagi yang lain.
"Tapi insyaAllah kenapa saya buat konten berbagi, bila suatu hari aku enggak ada di dunia ini, konten-konten yang berbagi ini bisa bermanfaat. InsyaAllah konten berbagi yang saya buat bisa menginpirasi," pungkas Aisar Khaled. ***

