POJOKSATU.id — Serial terbaru Harry Potter yang dijadwalkan tayang perdana di HBO Max pada Desember mendatang dikabarkan mencatatkan sejarah baru di industri televisi global.
Produksi adaptasi terbaru dari novel karya J.K. Rowling itu disebut memperoleh anggaran terbesar yang pernah diberikan untuk sebuah serial di layanan streaming.
Informasi tersebut disampaikan oleh sinematografer proyek, Adriano Goldman, yang menilai besarnya pendanaan tersebut menjadi bukti komitmen HBO Max dan Warner Bros. untuk menghadirkan kualitas produksi dengan standar tertinggi.
Baca Juga: Cara Daftar Sekolah Kedinasan 2026, Lengkap dengan Syarat dan Dokumen yang Harus Disiapkan
Dalam sebuah sesi Masterclass yang ditayangkan melalui YouTube, Adriano Goldman mengungkapkan bahwa dana yang dialokasikan untuk menggarap serial Harry Potter belum pernah diberikan kepada produksi serial streaming mana pun sebelumnya.
Menurutnya, nilai investasi yang digelontorkan menjadi rekor baru di industri hiburan dan mencerminkan skala proyek yang sangat ambisius.
"Ini adalah anggaran produksi terbesar yang pernah dialokasikan untuk sebuah serial streaming," kata Adriano Goldman.
Baca Juga: Apa Bedanya Editor Buku dan Proofreader? Ini Tugas dan Perannya dalam Penerbitan
Besarnya anggaran tersebut membuat serial Harry Potter disebut melampaui biaya produksi sejumlah tayangan populer yang selama ini dikenal memiliki pendanaan sangat besar, seperti Game of Thrones, Stranger Things, hingga berbagai serial yang berasal dari semesta Star Wars dan Marvel Cinematic Universe.
Investasi besar ini juga dipandang sebagai langkah strategis Warner Bros. dan HBO Max untuk menghidupkan kembali waralaba Harry Potter dalam format baru, meskipun proyek tersebut sempat menjadi sorotan akibat berbagai kontroversi yang melibatkan penulis novelnya, J.K. Rowling.
Pemilihan format serial memberikan ruang yang jauh lebih luas bagi tim kreatif untuk mengadaptasi isi novel secara menyeluruh dibandingkan versi film layar lebar.
Baca Juga: Wamentan Sebut Program B50 Jadi Bukti Eksekusi Kilat Prabowo Wujudkan Swasembada Energi
Durasi tayang yang lebih panjang memungkinkan banyak elemen penting dari buku ditampilkan tanpa harus dipangkas.
Berbagai kisah yang sebelumnya hanya disinggung atau bahkan dihilangkan dalam film berpeluang hadir.
Mulai dari latar belakang keluarga Neville Longbottom, perjalanan hidup Severus Snape, hingga kehidupan para peri rumah yang memiliki peran penting dalam cerita.
Goldman juga membocorkan sedikit gambaran mengenai alur musim pertama serial tersebut.
Ia menyebutkan bahwa Hogwarts tidak akan langsung muncul di awal cerita, melainkan baru diperlihatkan menjelang akhir episode perdana.
Baca Juga: Apa Itu CV ATS? Ini Cara Membuat CV agar Lolos Screening Perusahaan
Dengan pendekatan tersebut, episode pembuka diperkirakan akan lebih berfokus pada kehidupan Harry Potter di dunia Muggle sekaligus memberikan porsi cerita yang lebih luas mengenai awal kebangkitan ancaman Lord Voldemort.
Dari aspek visual, serial Harry Potter akan menghadirkan gaya sinematografi yang lebih realistis dan membumi dibandingkan dua film pertama yang disutradarai Chris Columbus.
Menurut Goldman, pendekatan tersebut dipilih agar suasana cerita terasa lebih matang dan emosional, serupa dengan perubahan nuansa yang mulai diperkenalkan dalam film Harry Potter and the Prisoner of Azkaban.
Perbedaan karakter antara dunia Muggle dan dunia sihir juga akan diperkuat melalui pemilihan warna pada setiap adegan.
Dunia Muggle dirancang menggunakan dominasi warna biru yang lebih dingin, redup, dan natural untuk menciptakan kesan realistis.
Sebaliknya, Hogwarts akan tampil dengan palet warna yang lebih cerah, hangat, dan kaya sehingga mampu menonjolkan atmosfer magis yang menjadi ciri khas dunia Harry Potter.
Sementara itu, dana produksi dalam jumlah besar tersebut dilaporkan tidak hanya digunakan untuk membangun set lokasi dengan skala yang sangat kompleks, tetapi juga untuk mendukung pengerjaan efek visual pada tahap pascaproduksi.
Investasi tersebut diharapkan mampu menghasilkan kualitas gambar, detail dunia sihir, serta pengalaman menonton yang jauh lebih imersif dibandingkan adaptasi Harry Potter sebelumnya.***


