POJOKSATU.id, KOMIKA dan sutradara Ernest Prakasa menyentil rekannya, Zarry Hendrik yang membela mati-matian Prabowo Subianto usai debat Capres dengan kata-kata panjang lebar di aplikasi X (Twitter), Senin, 8 Januari 2024.

Saking panjangnya pembelaan Zarry Hendrik, Ernest Prakasa mempertanyakan apakah komika dan aktor itu dibayar membuat tweet itu

"Zar, lo digaji per kata yak?," tulis Ernest Prakasa merespon tweet tersebut

Respon Ernest ini membuat netizen turut berkomentar, salah satunya membahas soal komika buzzer.

Baca Juga: Sindir Penampilan Prabowo Subianto di Debat Capres, Abdur Arsyad : Selalu Minta di Luar Ring, Memang Kosong ya Mau Bagaimana Lagi

Ya, beberapa komika kerap diduga menjadi buzzer di tahun politik ini, karena sering mengomentari para pasangan calon (Paslon) Capres. Terutama usai debat pertama, kedua dan ketiga.

Ernest sendiri menegaskan dirinya tidak pernah jadi buzzer, termasuk saat era Pilpres 2019 ketika dia sangat mendukung Jokowi. Dia mengatakan setiap cuitannya saat itu murni penggemar Jokowi saat itu.

"Saya pribadi belum pernah dan sampai saat ini belum punya rencana untuk menyentuh ranah itu. 2014 & 2019 dukung Jokowi ya murni ikut hati nurani aja. Buat 2024? Mbuh," ungkapnya.

Baca Juga: Pengamatan Arie Kriting di Debat Ketiga Capres: Sebut Anies Baswedan Keren dan Ganjar Pranowo sebagai Man of The Match

Lalu bagaimana dengan Zarry Hendrik? Netizen sudah menudingnya sebagai buzzer Paslon 2.

Sebelumnya, Zarry Hendrik mengunggah foto karikatur pria dengan baju tentara berlutut dengan tangan terbuka, kemudian bagian punggungnya diserang peluru, bom dan senjata tajam.

Pria itu disamakan dengan Prabowo yang melindungi kerahadian data dan kemiliteran Indonesia. Sedangkan peluru-peluru itu para Capres pesaing.

"Seorang negarawan sejati tidak akan tega menjadikan pertahanan yang sakral hanya sebagai bahan untuk mencari angka dan strategi menyulut emosi," tulis Zarry Hendrik.

Baca Juga: Puji Ganjar Pranowo, Sentil Anies Baswedan, Zarry Hendrik Bela Mati-matian Prabowo Subianto

Dia menjelaskan seorang pemimpin yang baik juga tidak akan sampai hati menyesatkan masyarakat hanya demi menyerang ke arah pribadi.

"Pentingnya kejujuran, cinta tanah air, itu yang ditegaskan. Sementara kok bisa bibir yang sering dibasahi itu berujar, “dalam pertahanan negara tidak ada rahasia”," tandasnya.

"Dan, kok bisa-bisanya juga kalimat tersebut dirayakan oleh para pendukungnya? Bukan tidak paham seharusnya, tetapi mungkin sudah terlalu rela untuk mengabaikan itu," ungkapnya. ***